Perubahan Seorang Manusia (Renungan Harian)

Jumat, 4 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian  32
 
Pada pasal ini kita melihat banyak hal dialami  dan dirasakan Yakub. Ada sebuah kekuatan ketika dia melihat bala tentara Tuhan (ayat 1-2). Ada juga ketakutan, ketidaktentuan ketika dia mendekati tanah Kanaan dan terlebih lagi ketika mendengar bahwa Esau, kakaknya, datang dengan empat ratus orang.
Yakub merupakan orang yang cerdik. Dari sejak awal kehidupannya dia selalu berusaha dengan kekuatannya sendiri. Ketika terlahir, dia memagang tumit Esau karena berusaha untuk keluar lebih dulu. Ketika ada di rumah Laban, dia berusaha mendapatkan Rahel dengan kekuatannya, tekadnya. Ketika berusaha mendapatkan ternak, dia menggunakan akal dan pengetahuannya. Saat dia menghadapi ketakutan karena Esau mendatanginya, dia pun kembali menggunakan akalnya. Persembahan yang diatur oleh Yakub (ayat 13-21)kalau kita lihat setidaknya memiliki dua tujuan: Pertama untuk pelan-pelan meredakan amarah Esau dan yang kedua untuk memperlambat kecepatan jalan Esau dan pasukannya. 
Dia telah membuat berbagai rencana, akan tetapi akhirnya dia tetap memiliki kekuatiran dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Seorang yang selalu berusaha mencari jalan keluar, membuat rencana dalam kehidupannya akhirnya menyerah dan kemudian dia bergumul dengan Tuhan.
Ketika kita membicarakan Yakub, kita seringnya berfokus pada penipuan-penipuan yang Yakub lakukan. Akan tetapi sebenarnya bukan itu yang menjadi pokok permasalahan dalam diri Yakub. Yang menjadi pokok permasalahan dalam Yakub adalah rasa cukup dalam dirinya bahwa dengan kekuatannya sendiri dia selalu mampu menyelesaikan masalah.
Tanpa sadar, ketika kita menghadapi masalah, kita sering bertindak seperti Yakub. Kita memikirkan rencana-rencana untuk keluar dari masalah tersebut, dan ketika kita berhasil keluar, kita merasa bangga karena kita telah bisa membuat rencana yang bagus. Tentu kita berdoa, percaya kepada Tuhan, tapi jauh di dalam hati, kita percaya kepada diri sendiri. 
Tuhan mengasihi kita dan berharap kita bisa berubah menjadi sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Akan tetapi kadang kala dalam diri kita, kita tidak mau untuk berubah. Ketika terjadi perselisihan, kita meminta supaya orang yang berselisih dengan kita itu diubah oleh Tuhan. Kita berdoa kiranya Tuhan menunjukkan kepada orang itu kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya. Sangat jarang bagi kita untuk berdoa supaya Tuhan menyelesaikan kepahitan kita, memeriksa diri kita, mengubah sikap-sikap negatif dalam diri kita, menempatkan orang lain lebih tinggi dari diri kita pribadi. Kita merasa bahwa kita sudah cukup benar, orang lain yang perlu untuk berubah.
Kita perlu menyadari bahwa banyak hal ada di luar dari kendali kita, dan hanya Tuhan Yesus yang bisa membantu kita mengatasi apa yang diluar kendali kita. Yakub akhirnya menyadari itu dan ketika bergumul dengan Malaikat Tuhan, dia tidak mau melepaskan pegangannya kecuali Malaikat Tuhan itu memberkatinya. Penyertaan dari Tuhan sangat kita butuhkan, jangan kita merasa bahwa dengan kekuatan, akal, rencana kita maka semua bisa teratasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: