Kembali ke Betel (Renungan Harian)

Selasa,  8 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
 
Kejadian 35
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.”
Kejadian 35: 2-3
Dalam pasal 35 ini akhirnya Yakub kembali ke Betel. Betel merupakan tempat dimana Yakub bermimpi dan bernazar kepada Tuhan. Kita bisa baca kembali nazar Yakub dalam Kejadian 28: 20-22 dimana dia mengatakan “Jika…, maka …” Ketika dia mengucapkan nazar ini ada sebuah persyaratan yang dia ajukan. Dia akan menerima Tuhan bukan sebagai Allah Abraham atau Allah Ishak tapi sebagai Allahnya jika Tuhan menyertainya. Kita ingat ketika membahas pasal 28 kita membicarakan mengenai iman Yakub yang baru mulai bertumbuh. Bagaimana sekarang pada saat yang kedua kalinya dia kembali ke Betel? Sudahkah iman Yakub lebih dewasa dari yang pertama?
Kita bisa renungkan kembali mengenai iman kita kepada Tuhan, bandingkan antara iman pada saat pertama kali percaya Tuhan Yesus dengan iman kita yang sekarang, dimana kita sudah melewati satu waktu tertentu menjadi orang Kristen. Sudahkah iman kita bertambah dewasa? Apakah kita bersandar dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan? Apakah iman kita berdiri dengan keyakinan sendiri atau masih bergantung pada orang lain? Apakah kita masih mengajukan syarat, mengajukan nazar karena ketidakyakinan kita bahwa Tuhan mendengar doa kita, atau kita mengajukan nazar karena kita mau memuliakan Tuhan?
Kalau kita lihat Yakub, walaupun imannya belumlah sempurna. Dia masih menggunakan siasat, masih salah dalam mengambil keputusan, tapi saya yakin bahwa imannya sudah lebih sempurna daripada saat pertama kali dia ada di Betel. Setidaknya hal itu bisa kita lihat bahwa dia datang ke Betel bukan dengan sembarangan tapi mempersiapkan diri dan rombongan dengan baik. Salah satu tolak ukur apakah iman kita sudah lebih sempurna atau tidak, bisa kita lihat seperti Yakub mempersiapkan diri ketika mau menghadap Tuhan, apakah kita mempersiapkan diri dengan baik sebelum kita menghadap Tuhan pada saat berkebaktian atau saat berdoa. Dalam keadaan lalu lintas yang semakin parah kemacetannya, apakah kita rela mengorbankan waktu kita untuk pergi lebih awal ketika kita sanggup supaya tidak terlambat beribadah, atau kita lebih memilih untuk tetap pergi sesuai jadwal biasanya dan akhirnya tidak mengikuti pujian awal kebaktian? Apakah kita rela mengorbankan telpon yang masuk saat kita beribadah atau kita tetap memilih keluar dan menerima telpon tersebut. Apakah kita sekarang memilih mematikan HP atau masih tetap memilih untuk men-silent-kan HP sehingga bisa tetap dengan sembunyi-sembunyi membaca dan membalas pesan yang masuk. Dari hal-hal yang sepele tersebut kita bisa melihat apakah iman kita sudah bertumbuh atau kita masih tetap seperti yang dulu?

Semoga seperti Yakub, kitapun saat ini sudah semakin dewasa dalam iman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: