100% Orang Kristen (Renungan Harian)

Senin, 14 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
 
Kejadian 40
Pada pasal yang kita baca hari ini, kita melihat perjalanan kehidupan Yusuf yang penuh dengan gelombang. Dari keadaannya sebagai anak kesayangan Yakub, langsung turun menjadi budak belian, dari budak belian yang sukses langsung turun menjadi seorang tahanan. Akan tetapi dalam naik turunnya hidup yang dialami, Yusuf memaluinya tidak seorang diri saja. Walaupun dia jauh dari keluarganya, ada Tuhan yang senantiasa menyertainya. Karena penyertaan Tuhan maka semua yang dilakukan Yusuf berhasil.
Dalam diri Yusuf sendiri, dia tidak meninggalkan Tuhan atau bersungut-sungut kepada-Nya atas apa yang telah terjadi. Yang sangat terpuji dari Yusuf adalah dia bisa sangat patuh kepada Bapa di Sorga yang tidak bisa dilihatnya. Sampai sejauh ini kita tidak membaca dalam Alkitab bahwa Tuhan berbicara langsung kepada Yusuf baik dalam mimpi atau penglihatan. Keyakinan dan pengetahuannya tentang Tuhan pastilah berasal dari ayahnya, Yakub.
Mari kita sama-sama renungkan dengan apa yang terjadi pada diri kita. Sebagian besar dari kita juga belum pernah melihat Yesus dari sejak kita dibaptis dalam nama-Nya. Akan tetapi saya berharap bahwa kita semua dengan yakin percaya dan bahwa kita pernah mengalami pengalaman rohani bersama-Nya, merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita.
Yusuf tidak membawa Alkitab ketika dia dijual ke Mesir akan tetapi dia bisa mengerti keberadaan Allah dan saya yakin dia merasakan penyertaan Allah dengan nyata dalam kehidupannya ketika dia memegang firman-Nya.
Yusuf memperlihatkan karakter orang Kristen yang sejati. Dia mencerminkan wajah Kristus kepada orang-orang disekitarnya. Beberapa sikap Yusuf yang patut menjadi teladan bagi kita:
1.      Penuh perhatian pada perasaan dan kebutuhan orang lain
Walaupun saat itu Yusuf dalam keadaan dijebak, dia tidak menggerutu dan bisa memperhatikan keadaan orang lain (ayat 7). Tidak ada pemikiran “Untuk apa memperhatikan masalah orang lain, lha wong aku sendiri juga punya masalah yang berat.” Dia bisa melihat bahwa muka juru minum dan juru roti muram karena memikirkan sesuatu dan prihatin dengan keadaan mereka.
2.      Dia mengedepankan Tuhan di depan orang lain.
“Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku.” (ayat 8) 2)
Yusuf bukan hanya menunjukkan kebenaran Tuhan melalui tindakannya, tapi dia juga memberitahukan kepada orang-orang, dalam hal ini juru minum dan juru roti, tentang kemahakuasaan dan kekuatan Tuhan di Sorga.
Dalam kehidupan kita sehari-hari kita mengenakan ketopong keselamatan di kepada, akan tetapi apakah kita menceritakan dengan mulut kita kepada orang yang kita temui mengenai keselamatan yang bisa mereka terima dengan cuma-cuma dari Tuhan kita ,Yesus Kristus?
Marilah saudara-saudari seiman, kita belajar dari Yusuf untuk emuliakan Tuhan dan memberikan keuntungan bagi orang-orang di sekitar kita. Marilah kita menjadi Kristen 100 %.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: