Menjadi Seorang Pahlawan (Renungan Harian)

Minggu, 13 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 39
 
 “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”
Kejadian 39: 9
Sejak seminggu yang lalu di bioskop-bioskop Indonesia diputar film dengan judul “The Avengers”. Film ini menceritakan sekumpulan orang-orang yang disebut sebagai pahlawan melawan sebuah organisasi yang bermaksud menghancurkan bumi. Mereka yang direkrut untuk melindungi bumi dari serangan musuh disebut sebagai pahlawan. Ketika kita merenungkan arti kata pahlawan, kita mungkin berpikir mengenai orang-orang dalam film tersebut, atau tokoh-tokoh lain yang memiliki kekuatan super. Bisa juga ketika kita membicarakan mengenai pahlawan kita berpikir mengenai orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita seperti Soekarno, Bung Hatta, Panglima Sudirman, dan pahlawan-pahlawan bangsa lainnya. Apakah seseorang bisa disebut pahlawan kalau dia memiliki kekuatan super atau harus sampai mengorbankan nyawa untuk sebuah perjuangan? Adakah kriteria lain sehingga seseorang bisa disebut sebagai pahlawan? Adakah dalam Alkitab seseorang yang pantas disebut sebagai pahlawan?
Saya teringat ada seorang yang mengatakan “Seorang bisa disebut sebagai pemenang atau pahlawan ketika dia telah berhasil mengalahkan dirinya sendiri karena musuh terbesar dari seseorang adalah orang itu sendiri.” Dalam Kejadian yang kita baca pada hari ini kita melihat seorang anak muda yang layak disebut sebagai pahlawan. Yusuf berumur tujuh belas tahun sewaktu dijual oleh kakak-kakaknya kepada orang Ismael. Di Mesir dia menjadi bekerja dengan baik sebagai seorang budak sehingga diberikan kepercayaan oleh tuannya, Potifar, untuk mengurus semua keperluan di rumah tersebut (ayat 3-6). 
Yusuf yang tampan dan baik itu ternyata ditaksir oleh istri tuannya. Saya yakin sebagai seorang istri pejabat istana tentu dia memiliki paras yang cantik dan tubuh yang terawat dengan baik. Istri Potifar ini berusaha mengajak Yusuf untuk tidur bersamanya, dan bahkan ajakan (godaan) itu bukan hanya sekali atau dua kali tapi dikatakan dari hari ke hari ketika ada kesempatan maka perempuan itu berusaha menggoda Yusuf (ayat 10). 
Satu hal yang mengagumkan dari Yusuf adalah walaupun dia digoda dengan sesuatu yang paling banyak membuat setiap anak muda seusianya terjatuh dalam dosa, Yusuf tetap bertahan dan memiliki rasa takut kepada Tuhan. Dia tahu bahwa mata Tuhan mengawasi setiap waktu. Dia bisa menaklukkan dan menguasai dirinya sepenuhnya. 
Dalam kehidupan kita , ketika kita diperhadapkan dalam keadaan seperti Yusuf, apa yang akan kita lakukan? Kalau Yusuf menerima tawaran istri Potifar untuk tidur bersamanya, dia bisa memperkuat kedudukannya sebagai orang kepercayaan Potifar karena pasti istri Potifar akan selalu membela dia. Karirnya bisa meroket dengan tajam. Kenyatannya ketika dia menolak ajakan perempuan itu karena berusaha tetap kudus di hadapan Tuhan, Yusuf malah difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara. Dalam penjara tetap dia tetap menjadi orang benar sehingga Tuhan juga menyertainya dalam setiap yang dikerjakannya.
Melanggar firman Tuhan kita bisa menjadi sukses dalam dunia, karir menanjak, mendapat kenikmatan dunia; menuruti firman Tuhan, kita malah bisa mendapat penderitaan. Apakah kita akan bisa menjadi pahlawan atau tidak biarlah saudara-saudari sendiri yang memutuskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: