Pergi Meninggalkan (Renungan Harian)

Jumat, 11 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 38
“Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira.”
Kejadian 38:1
Ketika kita melihat pasal ini, kita mungkin berpikir bahwa pasal ini salah penempatan atau pasal ini merupakan pasal sisipan karena pasal 37 menceritakan Yusuf dijual, pasal 39 menceritakan Yusuf di rumah Potifar. Pasal ini kelihatannya memotong cerita mengenai Yusuf yang sedang berjalan. Kenapa pasal ini dituliskan? Apa maksudnya? Apa pengajaran yang bisa kita ambil?
Dalam pasal ini dituliskan mengenai Yehuda dan Tamar, bagaimana mereka saling mengenal, kejadian di antara mereka dan bagaimana sikap antara umat pilihan dengan bangsa asing yang saling bertentangan. Dalam pasal ini kita melihat seorang yang tidak mengenal Tuhan tapi memiliki sikap yang setia, yang berkenan di hadapan Tuhan sehingga namanya disebutkan dalam silsilah Tuhan Yesus oleh Matius. Tamar dengan setia menanti janji Yehuda, setia menjadi seorang perempuan, berusaha meneruskan keturunan sesuai dengan kewajibannya.
Di dalam hati setiap manusia masih ada hati nurani yang merupakan pemberian dari Tuhan. Walaupun dia tidak mengenal Tuhan, tapi dia bisa melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan hukum Tuhan. Karena itu tidak heran jika orang yang tidak mengenal Tuhan pun bisa berbuat baik. Malah kadang ada saudara-saudara seiman mengatakan bahwa tindakan orang yang tidak mengenal Tuhan bisa lebih baik dibanding saudara-saudara sendiri. Kadang kita pun bertanya-tanya, apakah mereka nanti akan diselamatkan atau tidak? Apakah benar keselamatan hanya ada satu jalan yaitu dengan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus?
Kita harus percaya dan yakin bahwa keselamatan hanya bisa didapat melalui satu jalan yaitu Tuhan Yesus, dan hanya ada satu gereja yang sejati yang menjadi milik Tuhan. Dan Tuhan pasti akan menghakimi dengan adil. Apakah orang itu nantinya masuk Sorga atau Neraka, itu adalah keputusan yang teradil yang diberikan Tuhan.
Sebaliknya Yehuda, di awal pasal ini dikatakan meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang di rumah temannya. Yehuda akhirnya menikah dengan Syua, perempuan Kanaan,  dan mempunyai tiga orang anak laki-laki.
Pernahkah dalam hidup kita merasa asing padahal kita ada di tengah-tengah saudara seiman, kita merasa asing dengan gereja kita? Karena kita merasa asing dengan saudara kita sendiri, dengan rumah kita sendiri (gereja) akhirnya kita pergi ke teman kita, pergi ke rumah (gereja) mereka. Saat-saat ini merupakan saat yang paling rentan bagi kita untuk berbuat dosa. Yehuda menikah dengan orang Kanaan (orang asing) padahal Kakeknya menikah dengan orang sendiri, ayahnya menikah dengan orang sendiri. Mengambil keputusan yang salah berkali-kali dan semakin tertarik menjauh dari Tuhan. Inilah yang terjadi ketika kita meninggalkan saudara-saudara, rumah rohani kita. 
Iblis tetap berjalan berkeliling untuk mencari domba yang memisahkan diri dari kawanan, pergi sendirian meninggalkan saudara-saudaranya. Karena itu tetaplah ada dalam kawanan, jangan kita pergi seorang diri. Tetaplah berjaga-jaga dan waspada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: