Permasalahan dalam Keluarga (Renungan Harian)

 Kamis, 10 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
 
Kejadian 37
Mulai pasal ini kita Musa mencatatkan perjalan dari generasi selanjutnya yaitu generasi dari Yusuf dan saudara-saudaranya. Kisah ini merupakan bagian terakhir dari kitab Kejadian. Mari kita sama-sama lihat apa yang terjadi dalam keluarga Yakub. Dalam pasal ini kita melihat sebuah tindakan yang keji yaitu seorang adik dijual oleh kakak-kakaknya dan dikatakan sudah meninggal. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Apakah mereka dari awal merupakan orang jahat atau ada sebab-sebab lain? Saya ingat perkataan yang mengatakan bahwa “Ketika sebuah keluarga mengalami kehancuran maka semua pihak dalam keluarga memegang peranan dalam kehancurannya.” 
  • Tidak ada kata cukup untuk kebencian
    Kebencian yang dimiliki oleh saudara-saudara Yusuf meningkat dari waktu ke waktu. Berawal karena Yakub lebih menyayangi Yusuf, setelah itu apapun yang dilakukan Yusuf membuat kebencian saudara-saudaranya semakin bertambah (ayat 4, 5, 8, 11). Kebencian itu terus menumpuk dan tidak pernah ada kata cukup untuk kebencian tersebut.

Penatua Yohanes mengingatkan bahwa setiap orang percaya yang berada dalam terang ketika membenci saudaranya sebenarnya dia hidup dalam gelap (1 Yoh. 2: 9)

Sebagai orang Kristen kita merupakan saudara-saudara seiman satu dengan yang lainnya. Dengan beragam latar belakang, pemikiran, sangat mudah kebencian timbul dalam hati seseorang. Mari kita meminta kelembutan hati kepada Tuhan supaya walau seorang saudara seiman yang lebih muda dari kita menjadi lebih berhasil dari kita tidak membuat kita membencinya. Jangan sampai kita jatuh pada keadaan yang sama seperti saudara-saudara Yusuf.

 

  • Kasih Sayang Yakub
    Dalam ayat 3 kita bisa melihat bahwa Yakub lebih mengasihi Yusuf dibanding saudara-saudaranya karena Yusuf merupakan anak pada masa tuanya dari isteri yang dicintainya, karena Yusuf memiliki perilaku yang lebih baik dari saudara-saudaranya. Yakub membuatkan jubah maha indah bagi Yusuf seorang.
    Keberpihakan dari orang tua terhadap seorang anak dibanding saudara-saudaranya tidaklah dianjurkan dilakukan orang tua dalam keluarga. Setiap anak merupakan gabungan sifat dari orang tua. Memang memungkinkan salah seorang anak kita memiliki sikap yang lebih baik dari saudaranya, lebih pintar dari saudaranya. Tapi hal itu tidak bisa menjadi alasan bagi orang tua untuk lebih mengasihinya dibanding saudaranya. Pembandingan yang biasa dilakukan orang tua tanpa sadar menggoreskan luka di hati sang anak
  • Ada hal yang lebih baik tidak dikatakan
    Yusuf mengatakan mimpinya kepada saudara-suadaranya yang mengakibatkan Yusuf semakin dibenci oleh saudara-saudaranya. Saya yakin Yusuf melakukan hal ini bukan untuk menyombongkan diri karena dia sendiri pada saat itu tidak mengerti arti mimpi tersebut, Yusuf melakukan hal itu karena kepolosan dirinya.Ada hal-hal yang sebaiknya tidak diutarakan kepada orang lain, marilah kita bisa berpikir dengan bijak dan bertindak dengan bijak. Kalau apa yang kita katakan bisa membangun, baiklah kita katakan. Tapi kalau apa yang kita katakan tidak membangun sebaiknya tidak kita katakan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: