Perubahan dalam Hidup (Renungan Harian)

Jumat, 18 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 44
Pada pasal hari ini kita melihat keadaan yang sejajar dengan pasal 37 tapi dalam keadaan yang sebaliknya. Kita harusnya masih ingat bagaimana Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya. Pada waktu itu, Yusuf memohon kepada saudara-saudaranya tapi tidak ada yang merasa iba dan membelanya. Pada pasal ini kita melihat sebuah perubahan dari saudara-saudara Yusuf. Mereka berusaha membela adiknya, Benyamin, yang kita yakin juga diperlakukan lebih oleh Yakub seperti Yusuf diperlakukan walaupun ada sebuah tuduhan yang kuat mengenai kesalahan adiknya itu.
Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? 
  • Orang bisa berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk
    Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “satu-satunya hal yang tetap adalah perubahan”. Pepatah ini mengatakan bahwa semua yang ada dalam dunia ini berubah setiap waktunya, termasuk manusia terus-menerus mengalami perubahan.

Kalau benar manusia berubah setiap waktunya, maka kita tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang seseorang. Selain itu, kita juga jangan cepat menyerah terhadap seseorang dan memberi label “tidak tertolong”. Mari sama-sama kita mengingat saudara-saudara Yusuf yang pernah berkeinginan membunuh Yusuf bisa berubah dengan luar biasa ketika kita berputus asa dalam menolong orang lain.

Hal ini juga mengingatkan kita bahwa diri kita juga berubah setiap waktunya. Dalam Titus 3: 5, dan Roma 12:2 mengingatkan bahwa perubahan dalam diri kita seharusnya berubah menjadi lebih baik. Tetap berjaga-jaga dan memohon pimpinan Tuhan dalam perubahan yang kita alami setiap harinya.

 

  • Perubahan untuk menjadi lebih baik memerlukan usaha.
    Adalah sebuah fakta kalau orang bisa berubah, akan tetapi juga merupakan sebuah fakta bahwa sering kali orang lebih mudah berubah ke arah yang lebih buruk dibanding berubah ke arah yang lebih baik. Tidaklah mengejutkan bahwa perubahan ke arah lebih buruk itu mudah, bahkan kadang-kadang kita menikmatinya sementara berubah ke arah yang lebih baik sangat susah bahkan hampir mustahil. Kadang kita mengeluarkan alasan “mau bagaimana lagi? Dari asalnya sudah begini.” untuk menolak berusaha berubah ke arah yang lebih baik.
    Ingatlah bahwa Tuhan mampu mengubah padang gurun menjadi taman Allah, dan sebaliknya. Dia bisa mengubah tulang yang kering dan mati menjadi manusia-manusia yang hidup. Saudara-saudara Yusuf bisa berubah dan menyadari kesalahannya. Kita pun kalau bersandar pada Tuhan pasti bisa merubah diri kita menjadi lebih baik. Tinggal maukah diri kita berubah, datang kepada Tuhan dan berusaha menyatakan perubahan itu.
  • Perubahan ditunjukkan melalui perbuatan
    Kita tidak bisa menunggu adanya perubahan, kita harus berusaha mengadakan perubahan.Saudara-saudara Yusuf menunjukkan perubahan tersebut dalam perbuatan mereka kepada Benyamin. Walaupun Yakub memperlakukan Benyamin seperti memperlakukan Yusuf, lebih dari saudara-saudaranya, mereka tidak lagi membenci akan tetapi berusaha melindungi sekuat tenaga.
    Ketika kita mengatakan “Saya mau berubah.”, kita harus melakukan hal-hal yang membantu kita untuk berubah, dan tidak terus mengulangi apa yang telah kita lakukan kemudian mengeluh “Kenapa aku masih tetap sama?”

 

Kekuatan Tuhan bisa mengubah seseorang ketika orang tersebut mau bertindak untuk berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: