Manusia Yang Berintegritas (Renungan Harian)

Selasa, 22 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 47
“Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa sepertlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menajdi milik Firaun.”
Kejadian 47: 26
Kita sudah hampir sampai pada ujung dari kitab Kejadian ini. Selama beberapa pasal kita telah membaca mengenai Yusuf. Dia merupakan seorang tokoh dalam Alkitab yang kalau kita coba cari kelemahannya, susah bagi kita untuk mendapatkannya. Dia merupakan seorang yang memiliki iman yang kuat kepada Tuhan. Selain itu dia juga merupakan seorang yang memiliki integritas dan konsisten dalam hidupnya. 
Kalau kita baca pasal ini bagaimana Yusuf mengatur pemerintahan di Mesir dengan sangat baik, dan tidak ada perubahan dalam dirinya. Pada masa kelaparan, dia mempunyai bahan makanan yang bisa menjadikannya sebagai orang yang terkuat. Yusuf melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dan tidak menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Yusuf bisa saja pada masa itu menaikkan harga makanan, meminta apa saja untuk menjadi ganti makanan bagi orang-orang. Dia bisa juga memberikan makanan bagi orang-orang yang berguna, atau mengambil keuntungan untuk keluarganya. Dia memiliki sesuatu yang disebut integritas.
Integritas adalah sebuah sifat yang menunjukkan konsistensi, tidak adanya perubahan nilai-nilai, prinsip hidup seseorang. Semakin seseorang mencapai kesuksesan, semakin susah bagi dia untuk memiliki integritas. Hal ini terjadi karena banyak hal yang tadinya tidak ada dalam genggaman tangannya sekarang bisa dia raih. Ketika dia tidak bisa mengendalikan dirinya, menjadi serakah, dia akan memanfaatkan apa yang ada untuk memuaskan keinginannya.
Semakin tinggi dari tanah, angin semakin besar bertiup. Semakin tinggi pencapaian dan pengaruh diri, godaan untuk berbuat dosa juga semakin besar.
Yusuf tetap melaksanakan tugasnya dengan baik. Berusaha dengan sekuat tenaga untuk Firaun yang menjadi tuannya. Dia bertindak dengan keadilan dan oleh karenanya mendapatkan penghormatan dari orang-orang. 
Kita orang-orang Kristen percaya bahwa semua orang adalah berharga di mata Tuhan, akan tetapi ketika kita berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai, apakah prinsip ini tetapi ada dalam pikiran kita? Sering ketika kita menghadapi ketidakadilan, kita membalas dengan ketidakadilan. Menghadapi tuan yang kejam, kita bertindak sekehendak hati kita dalam bekerja. Ketika kita melakukan hal itu sebenarnya kita tidak ada bedanya dengan ornag-orang yang tidak percaya. Kolose 3: 23 mengingatkan kepada kita “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Jadilah seorang Kristen yang berintegritas dan tetap bertindak sebagai orang Kristen walau apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: