Menjawab Panggilan Tuhan (Renungan Harian)

Senin, 21 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 46
“Akulah Allah, Allah ayahmy, jangan takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar disana. Aku sendiri akan menyertai engkau ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.”
Kejadian 46: 3-4
Kenapa Yakub dengan segera membawa tujuh puluh orang anggota keluarganya beserta dengan ternak-ternaknya dan semua barang-barangnya pergi ke Mesir. Apakah karena janji untuk bisa bertemu dengan Yusuf, anak terkasihnya? Atau karena dia percaya kepada Tuhan?
Kita tahu Yakub mengalami banyak kerja keras dalam hidupnya. Bahkan dia sudah bergelut sebelum dia lahir ke dunia. Seluruh hidupnya ada dalam pergumulan dan kerja keras untuk memperoleh warisan, berkat dari ayahnya, bahkan isteri-isterinya. Dia kehilangan anaknya yang dikasihi yang lahir dari Rahel, Yusuf, dan berpikir bahwa Yusuf sudah mati. Keluarganya ada dalam keadaan yang tidak menguntungkan, dia harus mengalami kekeringan yang panjang.
Walau semua itu terjadi, Yakub tetap beriman kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya sehingga dia segera membawa seluruh keluarga dan keluarga anak-anaknya untuk memenuhi panggilan Tuhan. Mereka berjalan ke Gosyen, dan akhirnya dia bertemu dengan Yusuf, anaknya, yang dia kira sudah mati.
Dia tidak menyalahkan siapa-siapa atas tahun-tahun penderitaan dan kerja keras yang telah dialaminya dan bahkan tidak mengeluarkan kata-kata melawan Tuhan yang telah menjauhkan seseorang yang sangat dikasihinya selama bertahun-tahun. Dalam masa tuanya, Yakub menyadari bahwa tanpa Tuhan, dia tidak bisa apa-apa. Dia juga memahami bahwa adalah tindakan yang bijak untuk percaya dan bekerja keras sesuai dengan kehendak Tuhan dibandingkan semata-mata berusaha memenuhi keinginannya sendiri. Apakah kita juga memerlukan waktu seumur hidup kita untuk mendapat pemahaman seperti Yakub?
Selain itu, kita melihat kasih Tuhan yang begitu luar biasa dalam diri Yakub. Tuhan berjanji akan selalu menyertai Yakub dan tidak akan meninggalkannya. Kadang ketika kita berbicara dengan orang tua, kita mendengar mereka mengatakan bahwa hidup mereka sudah tidak ada gunanya, hanya tinggal menunggu mati. Dan mungkin kita akan mengalaminya nanti ketika kita lanjut usia. Saat itu menimpa kita, mari kita ingat apa yang terjadi dengan Yakub. Tuhan selalu menyertainya dan kita yakin bahwa Tuhan Yesus juga senantiasa menyertai kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Dia akan selalu mendengar doa-doa yang kita panjatkan walaupun fisik kita sudah melemah dan terus melemah.
Jangan menyerah dan berputus asa. Percayalah kepada-Nya senantiasa seumur hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: