Mereka Pun Kembali Bersatu (Renungan Harian)

Minggu, 20 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 45
Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: “Marilah dekat-dekat.” Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: “Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.”
Kejadian 45: 4
Saat ini akhirnya Yusuf mengakui tentang dirinya. Pada saat Yusuf mengungkapkan siapa dirinya, tidak bisa terbayangkan bagaimana reaksi saudara-saudaranya. Mereka lega karena ternyata penguasa Mesir yang telah dua kali menyengsarakan mereka ternyata saudaranya sendiri, takut karena berpikir Yusuf pasti melakukan untuk membalas dendam atas kejahatan mereka, dan banyak perasaan-perasaan lain yang berkecamuk dalam hati mereka. Akan tetapi Yusuf menenangkan hati dari saudara-saudaranya. Selain itu dari apa yang dia katakan untuk menghibur saudara-saudaranya, dia bisa melihat gambaran besar dari rencana Allah dalam kehidupannya (ayat 5-8).
Kalau kita ada dalam keadaan seperti Yusuf, kita tidak tahu apakah kita bisa tetap bertahan, percaya kepada Tuhan atau tidak. Penderitaan yang Yusuf alami bukan satu atau dua tahun, tapi kurang lebih tiga belas tahun dia mengalami penderitaan yang tidak terpikirkan oleh kita. Tapi ketika dia menghadapi orang-orang yang telah membuatnya menderita selama itu, dia tidak mendendam dan mengatakan bahwa itu semua harus terjadi sesuai, bahwa itu semua direncanakan oleh Tuhan untuk membawa kebaikan bagi keluarganya.
Bisa memahami rencana Allah dalam kehidupan kita merupakan sesuatu hal yang sangat diperlukan oleh seorang yang percaya kepada Tuhan. Dengan kita memahami kehendak Tuhan, kita bisa patuh dan taat, melupakan semua penyebab, tidak menggerutu atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadang ketika kita mengalami penderitaan, kita bertanya “Mengapa ya Tuhan ini terjadi? Bukankah aku merupakan seorang yang taat kepada-Mu? Bukankah aku aktif melayani Engkau di gereja?” 
Paulus mengingatkan bahwa dalam kehidupan kita, semua kejadian terjadi atas seijin Allah dan setiap kejadian baik atau buruk yang terjadi itu dipergunakan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). Kita mungkin tidak bisa memahami dari semula semua kehendak Allah, apa yang dia kerjakan dalam kesusahan, penderitaan, kesakitan yang kita alami. Tapi mari kita sama-sama imani bahwa semua pekerjaan Allah pasti mendatangkan kebaikan bagi kita dan menjalaninya dengan ketekunan, kesetiaan kepada Tuhan. Suatu saat setelah semuanya terjadi kita pasti bisa melihat suatu hasil yang indah. 
Ada Pelangi yang tampak setelah hujan badai melanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: