Semakin Ditindas Semakin Berlipat (Renungan Harian)

Minggu, 3 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 1
“Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.”
Keluaran 1: 12
Bangsa Israel tinggal di Mesir dan berkembang dengan luar biasa (ayat 1-7). Ketika generasi Yusuf dan saudara-saudaranya sudah lewat, timbul generasi baru. Firaun yang baru tidak mengenal Yusuf karena kemungkinan besar Mesir ditaklukkan oleh bangsa lain, Firaun yang memimpin bukanlah keturunan dari Firaun sebelumnya. Pertumbuhan bangsa Israel membuat takut orang Mesir sehingga mereka berusaha menekan pertumbuhan bangsa Israel (ayat 9-11). Akan tetapi Alkitab menuliskan bahwa semakin ditindas, bangsa Israel semakin bertambah banyak. Bahkan ketika bayi laki-laki Israel diperintahkan untuk dibunuh pun, bidan-bidan yang ditugaskan tidak tega untuk melakukan itu (ayat 15-19). 
Umat Israel bisa tetap berkembang karena adanya penyertaan dari Tuhan. Walau bagaimanapun kerasnya kehidupan mereka, ketika Tuhan menyertai maka tidak ada yang bisa melakukan apa-apa. Kita ingat pada saat gereja zaman para rasul mengalami penganiayaan hebat di Yerusalem, Kekristenan bukannya melemah dan hilang tapi malah semakin tersebar luar. Dari tadinya hanya tersebar di Yerusalem, tapi sekarang bisa sampai ke Samaria, ke sida-sida Etiopia. Semuanya bisa terjadi karena penyertaan dari Tuhan ada di dalam gereja.
Saat ini, dunia semakin keras. Untuk bertahan hidup orang berani dan tega melakukan apa saja, mereka tidak lagi memperdulikan mengenai hubungan keluarga. Sementara itu, orang Kristen tetap hidup dalam perintah Tuhan yang sama. Contoh: Kita harus mengasihi saudara, bahkan orang yang memusuhi kitapun harus kita kasihi. Selain itu dalam bergereja pun kita banyak mendengar ada daerah-daerah yang menolak pendirian gereja di daerah mereka, ada yang mengusir gereja yang sudah berdiri, diskriminasi terhadap kita sebagai orang Kristen. Dalam menyatakan perintah Tuhan di dunia ini, kita sangat memerlukan penyertaan Tuhan. 
Ketika kita mengalami tekanan, intimidasi, janganlah takut dan berserulah kepada Tuhan. Dia pasti tidak akan mengecewakan dan menolong kita.
“Dalam kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 118: 5-6).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: