Perubahan Hidup (Renungan Harian)

Selasa, 29 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 3
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian… “Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel keluar dari Mesir.”
Keluaran 3: 1, 10
Musa pada awalnya tinggal di Istana Firaun sebagai seorang pangeran. Empat puluh tahun lamanya dia mendapatkan pendidikan dari Mesir, dia memiliki kuasa dalam perkataannya. Akan tetapi suatu ketika, dalam satu hari semuanya itu hilang dari kehidupannya. Dia dari seorang pangeran di Mesir berubah menajdi seorang gembala kambing domba. Ketika dia sudah terbiasa dengan kehidupannya dalam menggembalakan kambing domba, Tuhan mengutus dia untuk kembali ke Mesir dan membawa orang Israel keluar dari Mesir. Ada sebuah perubahan hidup yang harus dihadapi Musa kembali. 
Dalam kehidupan kita bisa saja keadaan kita berubah dengan seketika. Ada kalanya kita memiliki kendali dalam perubahan tersebut. Contoh kita keluar dari pekerjaan, kita pindah rumah, dll. Akan tetapi ada kalanya perubahan tersebut tidak bisa kita kendalikan, misalnya dipecat dari pekerjaan, keluarga meninggal, ada yang sakit. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut. Kita bisa beradaptasi ketika kita bisa menerima perubahan-perubahan tersebut. Kalau kita tidak bisa menerima keadaan kita, kita akan terus ada dalam angan-angan berharap tidak ada perubahan, perubahan yang ada sekarang hanyalah sebuah mimpi buruk dan akhirnya kita terpuruk menyesali keadaan.  Paulus mengajarkan kita untuk mengucap syukur selalu dalam setiap keadaan (Kol. 3: 17) karena dengan mengucap syukur menandakan kita bisa menerima keadaan kita dan tidak bersungut-sungut. 
Ketika Tuhan mengutus Musa pergi, ada beberapa alasan yang disampaikan Musa: dirinya bukan siapa-siapa (ayat 11), takut dipertanyakan oleh orang Israel (ayat 13), takut tidak dipercaya (Kel. 4:1), tidak memiliki kemampuan (Kel. 4: 10), tidak mau diutus (Kel. 4: 13). Sering kali tanpa sadar kita mengeluarkan alasan yang sama ketika Tuhan memerintahkan kita untuk berubah. Kita merasa nyaman, tidak mau beranjak dari tempat, takut pada kondisi-kondisi yang akan dihadapi ketika melakukan perubahan hidup terkhususnya dalam kehidupan kerohanian kita. Mari kita melihat jawaban Tuhan kepada Musa bahwa Dia menyertai Musa, Dia mau menunjukkan siapa diri-Nya, memberikan kepada kita kuasa, memberikan apa yang kita butuhkan, menyediakan penolong untuk kita. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita sendiri dalam bertumbuh. Dia akan menyertai kita senantiasa dan melengkapi kita dengan kemampuan-kemampuan yang baru, atau penolong untuk membantu kita berubah. Jangan takut dengan sebuah perubahan dalam kehidupan kerohanian kita. Maju terus dan jadilah orang Kristen yang semakin dewasa dalam iman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: