Rintangan Di Awal Tugas (Renungan Harian)

Kamis, 31 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 5
 
Lalu mereka berkata kepada keduanya: “Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami.”
Keluaran 5: 21
Akhirnya untuk pertama kalinya Musa dan Harun menghadap Firaun. Mereka dengan berani menyampaikan firman Tuhan kepada Firaun untuk membebaskan bangsa Israel pergi dari Mesir. Akan tetapi mereka mendapat penolakan dari Firaun (ayat 1-5). Yang terjadi selanjutnya Firaun memerintahkan supaya para pengawas memperberat pekerjaan yang harus dikerjakan oleh bangsa Israel sehingga bangsa Israel mengalami kesusahan (ayat 6-20). Ketika bangsa Israel bertemu dengan Musa dan Harun, mereka menyalahkan Musa dan Harun atas apa yang terjadi dengan mereka.  Sebuah pukulan yang sangat keras mengenai Musa di awal pelayanannya seperti apa yang terjadi empat puluh tahun lalu. Dulu dia ditolak oleh orang sebangsanya, dan hal itu membuatnya harus melarikan diri dari Mesir, kehilangan kedudukannya sebagai pangeran, memulai hidup yang jauh berbeda dari sebelumnya yaitu menjadi gembala kambing domba; saat ini kembali dia ditolak oleh bangsanya sendiri.Musa mengajukan permasalahan itu pada Tuhan.
Dalam gereja ketika kita mengikuti KKR, retreat, dan kegiatan-kegiatan lainnya iman kita terbangkitkan dan setelah selesai acara tersebut, kita memiliki semangat baru untuk melakukan sebuah perubahan dalam gereja, melayani Tuhan dengan lebih lagi, kita mengambil bidang-bidang pelayanan yang baru. Ketika kita dengan semangat memulai pelayanan, ternyata kita terbentur keadaan seperti Musa. Pelayanan kita di mata orang lain bukannya memberikan kemajuan bagi gereja tapi malah memberikan kemunduran, keadaan tidak menjadi lebih baik, banyak orang mengeluh kepada kita. Semangat kita hancur dan mungkin kita merasa menyesal berpikiran untuk terjun melayani di bidang itu.
Apa yang kita lakukan? Apakah kita bisa tetap maju, mencoba mencari tahu apa masalahnya atau kita mundur dan kembali ke keadaan kita yang semula? Meninggalkan pelayanan kita yang baru, merasa bahwa kita ada di tempat yang salah, bahwa ini bukan bidang kita? 
Musa menghadap kepada Tuhan dan menyerahkan permasalahannya kepada Tuhan. Ketika kita mengalami rintangan dalam pelayanan kita, jangan kita mundur tapi serahkan permasalahan kita pada Tuhan, uji kembali hati kita dalam melayani, lihat kembali cara kita melayani. Dan milikilah sebuah keyakinan bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita dan menolong kita dalam pelayanan kita kepada-Nya. 
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (1 Yoh. 5: 14).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: