Tidak Mau Mendengar (Renungan Harian)

Jumat, 1 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 6
 
“Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.”
Keluaran 6: 8
Di dalam ayat 1-7 Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Musa. Dia berjanji kepada Abraham, Ishak, Yakub tapi Dia tidak pernah menyatakan diri-Nya kepada mereka (ayat 2). Saat ini Dia menyatakan diri-Nya kepada Musa dan Musa menyampaikan itu kepada bangsa Israel. Sungguh suatu kehormatan yang sangat besar diberikan Tuhan kepada orang Israel. Tuhan juga mengatakan bahwa Dia mendengar dan memperhatikan bangsa Israel, Dia juga berjanji akan membawa orang Israel keluar dari perbudakan menuju ke negeri yang telah dijanjikan-Nya kepada nenek moyang mereka dengan tangan yang teracung, dengan kemenangan (ayat 4-7). Tapi ketika Musa menyampaikan itu semua kepada bangsa Israel, mereka tidak mendengarkan Musa karena putus asa dan perbudakan yang berat yang mereka rasakan (ayat 8).
Kalau kita lihat, keadaan kita seperti orang Israel. Dalam kehidupan kita, nama Tuhan Yesus sudah diperkenalkan kepada kita. Dia menyatakan diri-Nya kepada kita dan juga rencana-Nya, Roh-Nya diberikan kepada kita. Dia berjanji akan membawa kita ke tempat yang indah yaitu rumah Bapa (Yoh. 14: 1-2). Akan tetapi ada orang-orang yang tidak mendengarkan karena keputusa asaan rohani dan perbudakan yang dialami.
Sering saya melihat foto-foto yang ada di gereja mengenai kegiatan-kegiatan gereja di masa lalu. Orang-orang dalam foto tersebut ada yang bertahan, semakin aktif dalam gereja, tapi tidak sedikit juga yang sekarang jarang beribadah atau bahkan menghilang sama sekali dari gereja. Banyak yang menjadi penyebab kemunduran mereka dari gereja. Ketika kita belum dibaptis, kita ada dalam perbudakan dosa. Setelah dibaptis, kita masih bisa terperangkap dalam dosa-dosa yang dulu kita lakukan. Celakanya, dosa-dosa yang ada itu sifatnya seperti jaring yang sambung-menyambung, membuat kita susah sekali terlepas. Ketika kita terus berjuang untuk lepas tapi tidak bisa lepas juga, lama kelamaan kita ada dalam keputusasaan rohani dan merasa pecuma untuk terus berusaha. Bisa dalam pikiran kita timbul “Mungkin saya sudah ditakdirkan untuk binasa.”. Akhirnya kita perlahan-lahan mundur dari ibadah dan menghilang dari gereja. 
Satu hal yang perlu kita pahami adalah untuk bisa melepaskan diri dari dosa, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita. Hanya Tuhan yang bisa membebaskan kita. Karunia pengampunan dosa yang Tuhan berikan melalui baptisan air berkhasiat untuk seumur hidup kita, bukan hanya saat kita menerima baptisan air.
Jangan menyerah dalam berjuang, dan jangan berputus asa. Mohonlah kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan dan teruslah berusaha untuk menjadi orang yang merdeka seutuhnya dari dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: