Membuat Yang Demikian Juga (Renungan Harian)

Minggu, 10 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 7
 
“Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.”
Keluaran 7: 22
Musa kembali menghadap Firaun. Dia melemparkan tongkatnya dan tongkat tersebut berubah menjadi ular di depan Firaun dan orang-orangnya. Firaun memerintahkan para ahli jampi-jampi, orang berilmu untuk melakukan hal yang sama. Mereka juga berhasil membuat tongkat-tongkatnya menjadi ular. Akan tetapi tongkat Musa menelan tongkat-tongkat mereka itu. Pada saat itu Firaun mengeraskan hatinya (ayat 10-13). 
Kemudian ketika Musa menghadap Firaun kembali, dia mengubah seluruh air di Mesir menjadi darah (ayat 19-21). Ternyata para ahli Mesir berbuat hal yang sama, mereka juga bisa mengubah air menjadi darah (ayat 22). Hal itu mengakibatkan Firaun kembali mengeraskan hatinya dan tidak mau melepaskan bangsa Israel pergi.
Kemampuan untuk melakukan sesuatu bisa menjadi hal yang menguntungkan atau mencelakakan kita. Ketika para ahli di Mesir bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Musa, Firaun mengeraskan hatinya, tidak mau tunduk pada perintah Tuhan. Dia berlaku seperti itu karena dia merasa memiliki kekuatan. Tidak ada kelebihan TUHAN yang patut membuatnya tunduk dan taat pada perintah-Nya.
Dalam kehidupan kita, kemajuan tekhnologi, ilmu pengetahuan semakin bertambah pesat. Kemampuan manusia sekarang jauh melebihi kemampuan generasi-generasi sebelumnya. Dengan kemampuan-kemampuan yang semakin bertambah, keyakinan manusia semakin bertambah bahwa manusia bisa mewujudkan segala-galanya. Pada zaman sekarang ada satu aliran yang dikenal dengan sebutan Aliran Zaman Baru (New Age) yang berpandangan bahwa manusia merupakan tuhan, dan manusia mampu mewujudkan semua yang diinginkannya karena ada potensi yang besar yang terdapat dalam dirinya. Pandangan ini secara tidak langsung mengatakan bahwa manusia tidak memerlukan Tuhan.
“Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan.” (Amsal 21:31).
Walaupun kita memiliki banyak kemampuan, bisa melakukan apa saja, tapi hasil tetap ada di tangan Tuhan. Mari kita sama-sama renungkan, pernahkah dalam kehidupan kita kita mengalami kegagalan padahal semua sumber daya kita, kekuatan, kesempatan, strategi yang matang kita miliki; kita merasa yakin bisa mencapai kesuksesan tapi ternyata malah kegagalan yang kita alami?
Jangan keraskan hati kita karena kita memiliki kemampuan. Tuhan yang memegang kekuasaan untuk menentukan. Karena itu, bersandarlah pada Tuhan senantiasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: