Tulah Kedua, Ketiga, dan Keempat (Renungan Harian)

Senin, 11 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 8
Katak, nyamuk (dlm terjemahan inggris “kutu”), lalat pikat merupakan tulah yang selanjutnya ditimpakan Tuhan atas tanah Mesir. Tulah yang pertama ada lah mengubah air sungai Nil menjadi darah membuat air sungai tersebut berbau busuk dan tidak bisa diminum. Sekarang Tuhan menaikkan tingkatnya dengan mengirimkan katak, nyamuk, lalat pikat ke tanah Mesir, dan mengecualikan tanah Gosyen yang ditinggali orang Israel (ayat 22). 
Kalau kita menjadi orang Mesir pada waktu itu, saya pikir kita akan melihat pemandangan yang mengerikan dan membuat kita mual. Mungkin kita bisa pikirkan keadaannya seperti acara “Fear Factor”  dimana para peserta diuji keberaniannya dalam menghadapi serangga-serangga yang ada. Ketika orang Mesir bangun, ada banyak katak berlompatan di ranjang. Ketika mau makan, ada katak di piringnya, ketika mau mandi ada katak, dimana-mana ada katak terlihat. Ketika katak-katak itu mati, bau busuk meliputi seluruh tanah Mesir. Setelah itu muncul nyamuk-nyamuk dan hinggap pada semua orang dan ternak juga. Setelah katak dan nyamuk lewat, muncul lalat pikat. Lalat-lalat yang ada di Mesir kemungkinan lebih besar dari lalat-lalat yang ada sekarang, lalat-lalat itu membawa penyakit bagi orang Mesir. Sungguh keadaan yang sangat mengerikan dialami oleh orang-orang Mesir. 
Kalau kita melihat urutan tulah yang dijatuhkan Tuhan pada orang Mesir, maka kita bisa melihat urutan dari ringan menjadi semakin berat. Air berubah menjadi darah tidak menyerang orang-orang Mesir secara langsung. Katak-katak yang timbul juga mungkin hanya membuat perasaan jijik, tapi nyamuk dan lalat pikat menyebabkan penyakit pada manusia, sampai pada tulah yang terakhir yaitu kematian semua anak sulung di Mesir termasuk anak sulung ternak juga tidak terlepas dari tulah. Tuhan terus-menerus mengingatkan Firaun dan memberikan kesempatan pada Firaun untuk melunakkan hatinya, tunduk pada perintah Tuhan. Dalam kehidupan kita pun berkali-kali Tuhan mengingatkan kita dari kesalahan. Peringatan Tuhan dari ringan sampai akhirnya menjadi berat ketika kita tidak sadar-sadar juga.  
Pengajaran yang kedua yang bisa ambil adalah kesetiaan dari Musa dan Harun. Berkali-kali mereka diperintahkan mengadakan tanda mujizat tapi tidak ada hasil yang berarti, hati Firaun tetap keras (ayat 15, 19, 32), berkali-kali mereka ditipu oleh Firaun tapi berkali-kali juga mereka berdoa memohon kepada Tuhan supaya tulah berhenti (ayat 8-11, 13, 28-31). Kesetiaan yang patut menjadi sebuah teladan bagi kita. Hidup dalam zaman instan kadang membuat kita juga mengharapkan hasil yang instan dalam pekerjaan Tuhan. Kita berharap dengan sekali berdoa semuanya terwujud, dengan sekali mengabarkan injil orang langsung percaya, dengan sekali menegur orang langsung bertobat. Kadang ketika kita berkali-kali memberitakan firman tapi tidak ada hasil, melayani tapi tidak dihargai, menegur berkali-kali tapi tidak dihiraukan membuat kita putus asa dan berpikir bahwa percuma kita terus mengulangi pekerjaan kita. Musa dan Harun walau berkali-kali ditipu dan hasilnya tidak sesuai dengan harapan, tetap melakukan dengan setia kata demi kata perintah dari Tuhan.
Jadilah pelayan Tuhan yang setia dalam setiap keadaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: