Hari Sabat (Renungan Harian)

Rabu, 20 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Keluaran 16 

Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”
Keluaran 16: 23

Inilah pertama kalinya hari Sabat, hari ketujuh, hari kudus TUHAN, diperkenalkan pada manusia. Tuhan memperkenalkannya, mengajarkannya melalui penurunan manna ke bumi. Selama enam hari manna turun setiap subuh di padang untuk dipungut bangsa Israel (ayat 14, 21, 22, 27). Selama lima hari manna yang ada ketika disimpan sampai esok hari menjadi berulat dan berbau busuk (ayat 20), Selama lima hari setiap orang mendapat manna segomer tapi pada hari keenam, apa yang dikumpulkan bangsa Israel menjadi dua kali lipat jumlahnya (ayat 17-18, 22), dan pada hari ketujuh tidak ada manna yang turun (ayat 26-27), manna yang disimpan dari kemarin tidak menjadi berulat dan berbau busuk (ayat 24). Tuhan mendidik bangsa Israel untuk mengingat, mengenal hari Sabat selama 40 tahun (ayat 35).

Kalau kita melihat cara Tuhan memperkenalkan hari Sabat yaitu dengan menggunakan kebutuhan pokok bangsa Israel (makanan) dan diperkenalkan terus berulang-ulang setiap harinya selama 40 tahun kepada bangsa Israel maka kita bisa yakin bahwa hari Sabat ini merupakan hari yang sangat penting.

Saat ini banyak gereja mengatakan bahwa hari Sabat tidak berlaku karena hukum Taurat sudah dipakukan di atas kayu salib, atau mengatakan bahwa hari Sabat hanya untuk bangsa Yahudi. Tapi kita mengetahui bahwa sesuai perkataan Yesus bahwa hari Sabat untuk semua manusia (Markus 2:27) dan hari Sabat masih Tuhan perintahkan untuk dirayakan karena tercantum dalam Sepuluh Perintah Allah. Tuhan mengharapkan bahwa di mata kita hari Sabat bukan hari yang menakutkan tapi hari yang penuh kenikmatan, hari yang mulia, hari yang kita nanti-nantikan kedatangannya. Dulu bangsa Israel dalam memperingati hari Sabat tidak boleh memasak, tidak boleh mengerjakan apapun juga, tidak mengurus urusan sendiri. Saat ini semangat itu sebenarnya masih tetap sama. Tuhan mengharapkan bahwa pada hari Sabat, anak-anak-Nya mau melupakan kesibukannya, meninggalkan kesukaannya, meninggalkan urusannya sejenak untuk bertemu, bergumul, bersekutu dengan Tuhan. Satu ilustrasi yang sangat baik digambarkan oleh seorang saudara, katanya “Seperti seorang bapa berharap anaknya meluangkan waktunya untuk bercengkrama bersama dirinya, demikian juga di hari Sabat, Tuhan mengharapkan kita meninggalkan kesibukan kita dan menghadap Tuhan.”

Mari kita sama-sama renungkan, enam hari dalam seminggu adalah milik kita sepenuhnya. Tuhan hanya mengharapkan satu hari, kita mau bersama-sama dengan Dia. Bukankah itu adalah suatu hal yang sebenarnya ringan, mudah dilakukan? Tapi kadang bukannya sehari bersama Tuhan di rumah-Nya, sejam lebih lama saja di rumah Tuhan, kita sudah merasa gelisah dan tidak tenang.
Mari nikmati Sabat yang telah Tuhan ciptakan dan raih janji berkat yang ada yaitu Sabat kekal di Sorga.

One Response to Hari Sabat (Renungan Harian)

  1. Muris Litai says:

    Bagi orang yng percaya, fikiran kita harus tertuju pada juru selamat kita yesus kristus kerena darahnya yng tertumpah begitu mahal
    yng tak dapat kita bayar dgn harta kekayaan atau pun wang ringgit kita semuanya itu tak ada nilai bgi tuhan kita yesus kristus… Apa yng bernilai di pandangnya ialah simpan dia di hapapan kita tiap saat hidup kita… ia mau kita menjadi pelaku firman ke seluruh dunia dan bangsa Amen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: