Pahit Lalu Manis (Renungan Harian)

Selasa, 19 Juni 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Keluaran 15

Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.”
Keluaran 15: 26

Setelah mereka melewati Laut Teberau, tiga hari perjalanan di padang gurun mereka tidak mendapat air kemudian mereka tiba di suatu tempat yang ada mata airnya. Akan tetapi ternyata mata air tersebut pahit rasanya. Mulailah bangsa Israel bersungut-sungut. Kita sering menganggap bangsa Israel terlalu mudah untuk bersungut-sungut, tapi mari kita sama-sama bayangkan bagaimana keadaan mereka. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari tanah Mesir, tentunya tidak banyak perbekalan yang bisa mereka bawa, terutama perbekalan air. Kita lebih mudah haus dibandingkan lapar. Selama tiga hari mereka melakukan perjalanan di padang gurun, mereka sudah kehabisan air. Pada saat ada mata air, kelihatannya ada sebuah harapan tapi ternyata saat dirasakan, air tersebut pahit dan tidak bisa diminum. Kalau kita ada dalam kondisi mereka, mungkin kita juga akan sama bersungut-sungut kepada Musa.

Dalam kehidupan kita ada hal-hal yang kita harapkan seperti orang Israel mengharapkan bisa menemukan air untuk diminum. Ketika kita menemukan sebuah kemungkinan bahwa apa yang kita cari bisa terpuaskan, terpenuhi maka ada harapan dalam hati, tapi ketika kita mengetahui bahwa hal tersebut tidak bisa memuaskan kita, suasana hati kita bisa seperti gelas yang dibanting dari ketinggian. Dengan pertolongan Tuhan, sebuah harapan bisa terpenuhi, sesuatu yang berasa pahit bisa menjadi manis.

Di Mara, Tuhan memberikan peraturan, perintah dan ketetapan untuk bangsa Israel. Peraturan-peraturan itu diberikan untuk menguji apakah bangsa Israel memiliki ketaatan kepada Tuhan atau tidak. Bangsa Israel menyenangkan hati Tuhan dengan cara tunduk sepenuhnya mematuhi semua peraturan Tuhan. Demikian juga kita pada saat ini, untuk menguji apakah kita setia, takut dan hormat pada Tuhan atau tidak dengan melihat apakah kita mematuhi hukum-hukum-Nya atau tidak. Kita tidak perlu berpikir keras bagaimana caranya menyenangkan hati Tuhan. Tuhan sudah memberitahukannya, yaitu dengan mengikuti perintah-perintah-Nya. Selain itu ada janji berkat yang Tuhan berikan jika kita mau taat. Tuhan adalah Tuhan yang menyembuhkan bangsa Israel. Tuhan yang membawa bangsa Israel bebas dari perbudakan, membawa mereka dengan tangan kanan teracung ke atas, dengan sebuah kemenangan dan sorak-sorai.

Tunduk dan taat pada perintah Tuhan, maka hidup kita yang pahit pada akhirnya menjadi manis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: