Mengingini Milik Orang Lain (Renungan Harian)

Rabu, 26 September 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 22
 
Peraturan-peraturan diberikan Tuhan kepada bangsa Israel untuk mengatur kehidupan dari bangsa Israel. Pada pasal 22 ini kita bisa melihat peraturan Tuhan mengenai:
1.      Pencurian (ayat 1-4)
2.      Merugikan milik orang lain (ayat 5-6)
3.      Kehilangan barang titipan (ayat 7-15)
4.      Percabulan (ayat 16-17)
5.      Dosa yang keji (ayat 18-20)
6.      Perlakuan terhadap yang lemah (ayat 21-27)
7.      Ibadah terhadap Tuhan (ayat 28-31)
Mari kita sama-sama kaitkan dengan perintah Tuhan yang ke sepuluh dalam Sepuluh Perintah Allah. Perintah ke sepuluh ini merupakan perintah yang kelihatannya paling mudah tapi sebenarnya paling banyak dilanggar. Kita bisa dengan mudah tidak membunuh, tidak berdusta, tidak mencuri, tidak berzinah. Tapi mengingini barang milik orang lain/ barang yang bukan milik kita mudah timbul dalam hati. Sembilan perintah yang sebelumnya merupakan larangan terhadap tindakan, tapi perintah yang ke sepuluh ini merupakan larangan terhadap keinginan, pikiran. 
Kalau kita sama-sama renungkan pembunuhan, pencurian, perzinahan kebanyakan terjadi karena kita mengingini sesuatu yang bukan menjadi milik kita. Kain membunuh Habel karena dia iri dengan apa yang dimiliki Habel, penghargaan dan penerimaan Tuhan atas persembahannya. Pencurian terjadi karena mengingini milik orang lain yang tidak kita miliki. Perzinahan terjadi karena mengingini isteri/suami orang lain. 
Mengingini milik orang lain terjadi karena kita memusatkan pikiran pada apa yang tidak kita miliki dan lupa dengan apa yang kita miliki. Karena fokus kita adalah apa yang tidak dimiliki sehingga tidak ada rasa syukur terhadap Tuhan, yang ada adalah rasa mengingini ketika melihat orang lain memilikinya dan akhirnya berusaha mewujudkan rasa ingin tersebut. Perintah yang kelihatannya mudah dilakukan ternyata merupakan penyebab dari pelanggaran-pelanggaran lainnya.
Mengingini milik orang lain menjadi sudah untuk dihindari karena tidak ada yang tahu kalau perasan itu ada dalam hati kita selain diri dan Tuhan sehingga tidak ada rasa malu, sungkan. Hal ini membuatnya bisa tumbuh dengan lebih bebas dan akhirnya ketika sudah terlalu besar, terwujudkan dalam tindakan.
Mari kita sama-sama mengarahkan hati kita melihat apa yang kita miliki yang tidak dimiliki orang lain, bukan sebaliknya, sehingga bisa bersyukur pada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: