Sepuluh Perintah Allah (Renungan Harian)

Senin, 24 September 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 20
 
 “Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:..”
Keluaran 20:1
Sepuluh perintah Allah merupakan hukum yang sangat familiar dengan kita semua. Apakah kita sebagai umat pilihan bisa menuliskan sepuluh perintah Allah ini dengan benar tanpa perlu melihat ke dalam Alkitab? Ayo kita sama-sama coba tuliskan pada secarik kertas perintah-perintah ini tanpa melihatnya. Kadang kala sesuatu yang familiar kita anggap sepele, sudah terekam dalam ingatan karena sering kita dengar, sebutkan kita tidak perhatikan dengan baik sehingga tanpa sadar ketika kita coba periksa ternyata kita tidak bisa mengingatnya dengan benar. 
Permulaan dari pasal ini mengingatkan bahwa Tuhan sendiri yang mengucapkan semua perintah tersebut. Ini merupakan perintah yang sangat penting bagi kita, umat pilihan Tuhan. Apakah makna Sepuluh Perintah ini sebenarnya? Apakah perintah-perintah ini secara sewenang-wenang Tuhan berikan kepada bangsa Israel? Setidaknya ada beberapa hal dari Sepuluh Perintah Allah ini:
1.      Menandakan kekekalan standar dan prinsip Tuhan.
Walaupun perintah-perintah ini baru diberikan pada saat bangsa Israel ada di padang gurun, bukan berarti perintah-perintah ini baru dibuat saat itu. Semangat dari Sepuluh Perintah Allah telah ada sejak awal dunia diciptakan. Perintah-perintah ini bukan diberikan Tuhan secara sewenang-wenang, tapi perintah-perintah ini menunjukkan kekudusan Tuhan dan apa yang menjadi kehendak-Nya dari semula. Contohnya Tuhan menghukum Kain saat dia membunuh Habel, Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomora karena dosa seksual yang mereka lakukan.
Tuhan Yesus saat ada di dunia mengingatkan “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Mat. 5: 18). Hukum Taurat (hukum ibadah, hukum kesehatan) telah dipakukan di atas kayu salib (Kol. 2: 14) tapi Sepuluh Perintah Allah tetap ada untuk selamanya.
2.      Mewakili perjanjian kita dengan Tuhan
Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: “Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.” (Kel. 24: 7-8).
Sepuluh Perintah Allah menjadi sebuah perjanjian antara bangsa Israel dan Tuhan. Kalau bangsa Israel tunduk dan melakukan seluruh firman Tuhan, maka Tuhan akan mencurahkan berkat-berkat-Nya. Akan tetapi kalau bangsa Israel melanggar firman Tuhan maka Tuhan akan mendatangkan kutuk atas mereka.
Saat ini apakah kita telah melaksanakan semua Sepuluh Perintah Allah dengan sepenuhnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: