Tidak Mau Keluar (Renungan Harian)

Selasa, 25 September 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 21

Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: “Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku, dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka.”
Keluaran 21: 5
Setelah memberikan Sepuluh Perintah Allah, Tuhan memberikan peraturan-peraturan bagi bangsa Israel untuk dilaksanakan. Banyak peraturan yang harus dijalankan oleh bangsa Israel. Dalam pasal ini setidaknya ada 3 peraturan yaitu: peraturan mengenai budak (1-11), peraturan mengenai nyawa manusia (12-27), peraturan mengenai ternak dan pemiliknya (28-36). Yang menarik pada peraturan mengenai budak bahwa seorang budak hanya bekerja selama enam tahun. Setelah itu dia harus dibebaskan menjadi orang merdeka. Akan tetapi budak itu bisa memilih untuk melepaskan kemerdekaannya dan tetap menjadi budak. Dalam ayat 5 dikatakan bahwa budak itu menolak untuk menjadi orang merdeka karena mencintai tuannya, mencintai isterinya, anak-anaknya. 
Merdeka berarti bebas dari perhambaan. Kemerdekaan merupakan dambaan setiap orang. Bangsa kita ketika memperjuangkan kemerdekaan memiliki semboyan “Merdeka atau Mati” menunjukkan betapa kemerdekaan merupakan satu hal yang sangat didambakan. Tapi budak dalam ayat 5 rela melepaskan kemerdekaan dirinya dan seumur hidupnya menjadi budak bagi tuannya karena mencintai tuannya, isterinya, anak-anaknya.
Kita semua merupakan hamba dari Tuhan Yesus. Mari kita memiliki semangat seperti budak dalam ayat 5 tersebut. Melepaskan kemerdekaan, keegoisan, kepentingan diri kita karena kita mencintai Tuhan sebagai tuan kita, mencintai sesama kita. Walaupun sebagai hamba tidak memiliki kebebasan, harus tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Kita keluar dari Tuhan, menjadi orang merdeka dalam arti bebas melakukan apa yang dikehendaki hati tanpa ada batasan-batasan kelihatannya menggiurkan tapi dalam keadaan itu sebenarnya tidak ada artinya karena kita tidak memiliki apa-apa. Apakah kita rela melepaskan kebebasan diri dan tunduk pada perintah-perintah dan kehendak Tuhan? Apakah kita mau melepaskan kemerdekaan kita dan menjadikan diri kita sebagai hamba karena kita mencintai keluarga, sesama kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: