Ikut-Ikutan (Renungan Harian)

Kamis, 27 September 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 23
“Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.”
Keluaran 23: 2
Tren ikut-ikutan saat ini menjamur dimana-mana. Mulai dari gaya rambut, gaya berpakaian, gaya menari seperti “Gangnam Style” yang saat ini sedang booming dan masih banyak lagi dalam kehidupan kita. Kebanyakan orang-orang mengikuti mereka yang menjadi idola. Selain itu ada juga yang mengikuti teman, tetangga, pasangan, masyarakat. Budaya ikut-ikutan ini bisa membawa dampak yang luar biasa besar. Contoh ketika sebuah kelompok memiliki suatu nilai yang sebenarnya salah tapi karena banyak orang yang mengikutinya maka nilai yang tadinya salah tersebut bisa menjadi benar. Kejahatan ketika diikuti oleh banyak orang bisa berubah menjadi sebuah kebenaran. 
Budaya ikut-ikutan ini tidak lepas terjadi juga dalam gereja. Kebanyakan pada awal kita pergi ke gereja karena mengikuti ornag lain. Ketika kita ada di gereja kadang juga ketika mengambil suatu pelayanan karena sekedar ikut-ikutan, ketika mengambil sebuah kebijakan juga sekedar ikut-ikutan. Hal ini tidak baik untuk dilakukan karena kebanyakan orang yang ikut-ikutan itu sebenarnya tidak tahu apa yang menjadi alasan dia melakukan hal tersebut. Dia melakukan hanya karena melihat orang banyak melakukan dan dia mengikutinya. Alasan yang lain adalah karena dia takut mendapatkan perlakuan yang buruk kalau tidak mengikuti apa yang dilakukan orang lain.
Tidak ikut-ikutan ketika semua orang melakukan hal tersebut merupakan satu hal yang sulit untuk dilakukan. Dibutuhkan keberanian besar untuk melakukannya karena kita akan bergerak melawan arus. Terlebih lagi biasanya seseorang tidak mau terlihat berbeda dari yang lain. Tuhan mengingatkan kepada bangsa Israel dalam perkara pengadilan supaya tidak mengikuti melakukan kesalahan, bersaksi dusta walaupun seluruh masyarakat melakukan hal tersebut.
Tuhan Yesus dalam kehidupan-Nya di dunia banyak melawan arus yang ada. Akibatnya Dia dimusuhi oleh banyak golongan seperti orang Farisi, Saduki, Herodian, dll. Sebagai murid-murid Yesus, kita mengikuti langkah Yesus kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama. Petrus mengingatkan  bahwa ketika kita mengambil jalan untuk mengikuti Yesus, maka kita akan menjadi orang yang berbeda dan banyak fitnah yang akan dilontarkan bagi kita (1 Ptr. 4: 4). Tapi jangan takut karena kalau kita mengikuti Tuhan Yesus, kita akan mendapat upah dari-Nya yang jauh lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: