Apa Yang Kau Pikirkan Ketika Melihat? (Renungan Harian)

Selasa, 2 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 27
 
Hari ini kita membaca mengenai mezbah korban bakaran, pelatan kemah suci, dan minyak untuk lampu. Mari kita sama-sama melihat Kemah Suci tersebut secara garis besar:

1.      Apa yang kau lihat ketika pertama kali masuk ke pelataran Kemah Suci?
Pintu masuk Kemah Suci hanya ada satu, dan begitu orang Israel masuk ke dalam pelataran, mereka akan melihat mezbah korban bakaran. Mezbah tersebut selalu menyala dan selalu ada korban yang dibakar di atasnya sebagai persembahan kepada Tuhan. Selalu ada korban yang dibakar di atasnya berarti selalu ada darah yang tercurah. 
Mezbah tersebut menjadi pengingat bagi orang Israel bahwa ada darah yang tercurah untuk mengampuni dosa, ada korban yang dibakar di atas mezbah untuk Tuhan. 
Hanya ada satu pintu dan satu mezbah, hanya ada satu jalan menuju keselamatan yaitu Yesus Kristus. Yesus telah mencurahkan darahnya menjadi korban sekali untuk selama-lamanya (Ibr. 7: 27; 9: 12, 26; 10: 10). Kiranya kita selalu mengingat pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib untuk menebus dosa kita, mendamaikan kita dengan Bapa di Sorga dan melayakkan kita menerima keselamatan.
2.      Apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat pelataran Kemah Suci?
Pelataran Kemah Suci menjadi pembatas antara daerah dalam dan daerah luar. Dalam Kemah Suci, Tuhan bertemu dan berfirman kepada bangsa Israel. Di tempat ini Tuhan menerima persembahan-persembahan yang diberikan orang Israel. 
Satu kebiasaan yang salah adalah seringkali kita “mengkotakkan” keberadaan Tuhan. Tuhan hadir di gereja tapi tidak di tempat lain sehingga sering kita merubah perilaku kita ketika ada di dalam gereja menjadi baik, tapi ketika ada di luar gereja kita bertindak yang sebaliknya. Apakah kita berpikir bahwa Yesus hanya bisa ditemui di gereja saja dan tidak bisa kita temui di tempat lain?
3.      Apa yang kau pikirkan ketika melihat minyak untuk lampu?
Lampu yang ada di dalam Kemah suci harus selalu menyala dengan bahan bakar minyak zaitun tumbuk yang murni. Harun dan keturunannya diberi tugas untuk menjaga lampu tersebut supaya selalu ada terang dalam Kemah Suci. Kelihatannya ini merupakan tugas yang sederhana, tidak sulit tapi sangat penting untuk dilakukan.
Kita merupakan Bait Allah (1 Kor, 6: 19), sudahkah selalu ada terang yang tidak pernah padam di dalam diri kita? 
Mari kita menjaga supaya terang dalam hati selalu menyala, minimal dengan membaca Alkitab setiap harinya, berdoa dengan tidak putus-putusnya, selalu berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: