Pembangunan Kemah Suci (Renungan Harian)

Senin, 1 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 26
Pembangunan pun terus berlanjut. Tuhan kini menjelaskan kepada Musa rancangan mengenai kemah suci. Setidaknya ada tiga bagian penting yang dijelaskan di pasal ini:
1.      Tenda untuk kemah (ayat 1-14)
2.      Papan untuk kemah suci (ayat 15-30)
3.      Tabir pemisah dan tirai pintu (ayat 31-37)
Ada begitu banyak bahan yang digunakan untuk mendirikan kemah suci ini. Ada kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, kain lenan halus, bulu kambing, kulit domba jantan diwarnai merah, kulit lumba-lumba, papan dari kayu penaga, perak, emas. Semua barang-barang itu merupakan barang-barang persembahan khusus yang diberikan dengan sukarela dari semua bangsa Israel (Kel. 25: 2-7).
Seperti pembangunan Kemah Suci menggunakan bahan-bahan yang dipersembahkan oleh bangsa Israel, demikian juga pembangunan dari gereja dilakukan dengan menggunakan persembahan-persembahan dari jemaat. Saya bukan hanya berbicara mengenai persembahan berupa barang (materiil), tapi semua persembahan yang kita berikan kepada Tuhan entah itu tenaga, pemikiran, waktu, dll. 
Persembahan-persembahan ini mewakili apa yang kita miliki. Barang-barang ini ada yang bagus ada yang biasa saja. Contoh kulit lumba-lumba jika dibandingkan dengan kain ungu, kain lenan, kain kirmizi sangatlah jauh lebih rendah, kalah dalam keindahan, kehalusannya. Kulit lumba-lumba digunakan untuk melindungi, ada di bagian luar, terkena sinar matahari dan air hujan. Kulit ini biasa juga digunakan sebagai bahan membuat sepatu. Demikian juga persembahan kita kalau kita bandingkan satu dengan yang lainnya, ada yang kelihatannya lebih dari yang lain (lebih bagus, lebih mahal, lebih cantik). Ketika kita sebagai pihak yang memberikan persembahan yang lebih itu, mungkin kita merasa bangga dengannya. Akan tetapi bagaimana kalau kita ada di pihak yang kurang? Kita bisa merasa minder, merasa percuma mempersembahkan waktu, tenaga, pemikiran yang kalah dibanding dengan yang lainnya. Rasanya apa yang kita persembahkan tidak ada gunanya. Mari kita sama-sama lihat kembali bahan-bahan membuat Kemah Suci itu semuanya dipakai oleh Tuhan, diperlukan untuk membangun Kemah Suci.
Persembahan kita seberapa kecilpun di mata dunia, walaupun kelihatannya tidak berharga, seberapa rendahpun mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan gereja, jemaat Tuhan. Tinggal apakah hati kita tergerak untuk mempersembahkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: