Tabut Perjanjian (Renungan Harian)

Minggu, 30 September 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 25
“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut degala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.”
Keluaran 25: 8-9
Mulai pasal 25 ini, Musa menuliskan mengenai pembuatan Kemah Suci dan segala perabot yang ada di dalamnya. Ketika kita sekilas membacanya, bagian ini bisa jadi merupakan bagian yang membosankan, hanya menjelaskan mengenai detail pembangunan Kemah Suci. Dan mungkin kebanyakan dari kita berpikir lebih baik melewatkan bagian ini saja dan membaca kitab selanjutnya. Tapi mari kita tinggalkan niat tersebut dan kita baca terus sampai selesai kitab Keluaran ini karena Tuhan memasukkan bagian ini sebagai Alkitab, ada pengajaran yang bisa diambil.
Pasal 25 ini menceritakan mengenai detail pembuatan tabut perjanjian, meja roti sajian, kandil. Tiga barang ini adalah barang-barang yang nantinya ditempatkan dalam Kemah Suci. Meja roti sajian dan kandil diletakkan dalam ruang kudus, sementara tabut perjanjian diletakkan dalam ruang maha kudus. Ada satu hal yang menarik mengenai detail pembuatan ketiga benda ini. 
Ketiga barang ini harus dibuat tepat sesuai dengan rancangan yang ditunjukkan oleh Tuhan. Tabut perjanjian merupakan tempat dimana Tuhan berfirman kepada Musa, kemuliaan Tuhan bersemayam di atas tabut perjanjian. Apa yang terjadi jikalau Musa membuat tabut perjanjian tersebut tidak tepat seperti rancangan yang ditunjukkan Tuhan (ayat 10-22), demikian juga dengan barang-barang yang lainnya? Akankah kemuliaan Tuhan tetap bersemayam di atasnya? Akankah tabut perjanjian itu menjadi spesial, dipergunakan Tuhan atau menjadi barang yang biasa-biasa saja seperti yang lain?
Demikian juga gereja kita, Gereja Yesus Sejati. Kita percaya bahwa gereja kita pertama didirikan oleh Tuhan Yesus. Kemudian dengan bantuan Roh Kudus, kita membangunnya dari generasi ke generasi. Sudahkan gereja ini dibangun tepat seperti rancangan yang Tuhan kehendaki? Apakah Tuhan memakai gereja kita dengan spesial, ada kemuliaan Tuhan yang bersemayam di dalamnya? Atau kita sama seperti organisasi-organisasi lainnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: