Dikuduskan Menjadi Imam (Renungan Harian)

Kamis, 4 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 29
 
 Pada pasal sebelumnya dituliskan bagaimana pakaian imam dibuat, hiasan-hiasan apa yang ada di dalamnya. Kalau kita bayangkan, itu adalah sebuah pakaian yang sangat indah terlebih lagi yang mendesign pakaian itu adalah Tuhan sendiri. Tuhan katakan bahwa pakaian imam itu merupakan perhiasan kemuliaan bagi imam (Kel. 28: 2). Pakaian imam itu diberikan kepada Harun untuk dikenakan saat melayani Tuhan.
Ketika Harun dan anak-anaknya mau memulai untuk melayani Tuhan sebagai imam, ada upacara pentahbisan yang harus dilalui. Upacara pentahbisan ini kalau kita lihat dalam pasal 29 terdiri dari beberapa bagian. Pertama mereka harus mempersembahkan korban dan lain-lainnya, mereka dibasuh dengan air oleh Musa, diurapi dengan minyak urapan, dan banyak upacara-upacara lainnya. Upacara-upacara tersebut bertujuan untuk menguduskan Harun dan anak-anaknya sehingga mereka layak ada di hadapan Tuhan dan melayani-Nya.
Petrus mengingatkan “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (1 Ptr. 2: 5). Setiap dari umat pilihan merupakan batu hidup yang digunakan untuk pembangunan rumah rohani. Batu hidup berarti kita menjadi salah satu bagian dari bangunan tersebut, berperan dalam bangunan tetapi bukan sekedar menajdi bagian, tapi menjadi bagian yang hidup. Bedanya antara benda mati dan benda hidup adalah pertumbuhan. Benda hidup memiliki pertumbuhan, bisa berkembang biak, berbuah sementara benda mati tidak bisa melakukannya. Selain itu kita merupakan imamat rohani yang mempersembahkan persembahan rohani, yang Daud nyatakan adalah doa dan permohonan (Mzm. 141: 2). Doa dan permohonan itu diperkenan oleh Allah karena ada Yesus yang menjadi perantara kita. Kalau melihat apa yang dikatakan oleh Petrus ini maka tidak cukup kita hanya datang mengikuti kebaktian, tapi kita harus bergerak untuk melayani Tuhan.
Unsur yang terpenting dalam melayani Tuhan adalah kekudusan yang kita miliki seperti yang dikatakan Paulus (2 Tim. 2: 21). Kita telah dikuduskan dengan darah Yesus Kristus, dengan Roh Kudus. Mari jaga kekudusan kita setiap harinya dalam pendengaran, perbuatan, langkah hidup sehingga kita layak untuk memberikan persembahan, melayani Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: