Tidak Sabar Menunggu


Senin, 8 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 32
 
Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir – kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”
Keluaran 32:1
Musa sedang ada di atas gunung Sinai menghadap Tuhan sementara bangsa Israel menunggu di perkemahan yang mereka dirikan di kaki gunung Sinai. Sudah empat puluh hari empat puluh malam Musa ada di gunung dan selama itu bangsa Israel menunggu. Akhirnya mereka memutuskan untuk meminta Harun membuat allah bagi mereka supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan karena mereka tidak mengetahui bagaimana keadaan Musa. 
Menunggu merupakan sebuah kegiatan yang tidak mengenakkan. Dalam menunggu itu biasanya ada ketidakpastian, ketidaktahuan, dan perasaan-perasaan lainnya yang tidak mengenakkan. 
Saat ini kita ada di dalam dunia sedang menunggu kedatangan Tuhan atau waktunya bagi kita meninggalkan dunia ini. Pada masa-masa penantian ini apa yang kita lakukan? Seseorang dalam menunggu bisa saja menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa selain duduk diam, atau bisa juga melakukan sesuatu yang lain yang bisa bermanfaat. Saat ini pun kita menantikan kedatangan Tuhan, apakah kita menghabiskan waktu dengan menjadi jemaat yang tidak melakukan apa-apa selain datang beribadah di gereja atau kita bergerak melakukan sesuatu yang bermanfaat baik bagi kita maupun bagi gereja dan sesama.
Selain apa yang kita kerjakan, biasanya jika menunggu terlalu lama kita semakin ragu-ragu apakah yang kita nantikan itu akan datang atau tidak. Dari keyakinan yang kuat lama kelamaan memudar bersamaan dengan waktu penantian tersebut. Hal ini juga dialami oleh jemaat pada masa awal dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus. Tuhan mengatakan bahwa Dia akan datang segera tapi bertahun-tahun telah lalu dan Tuhan tidak datang-datang juga sehingga ada orang-orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak akan datang. Rasul Petrus mengingatkan bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya tapi Dia sabar menanti kita untuk bertobat (2 Ptr. 3: 9).
Mari kita sama-sama periksa pada saat menunggu ini bukannya mempertanyakan apakah yang kita tunggu itu akan datang atau tidak, tapi tanyakan apakah kita sudah siap menyambut ketika yang kita tunggu itu datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: