Bagaimana Sifat Tuhan Kita (Renungan Harian)


Rabu, 10 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 34
Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Keluaran 34: 6-7
Ketika Musa bertemu dengan Tuhan untuk memperbaharui perjanjian dengan bangsa Israel, Tuhan menyatakan siapa diri-Nya. Tuhan merupakan Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia-Nya. Kita bisa lihat dari apa yang dilakukannya dengan bangsa Israel. Baru beberapa bulan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dengan tangan terangkat, dengan kemenangan. Bangsa Israel menyebarangi Laut Merah di tanah kering dengan tembok air di samping kanan dan kiri, mengalami manna turun dari langit setiap harinya, melihat kemuliaan Tuhan dalam awan kelam, guruh, kilat dan suara yang lantang dari puncak gunung Sinai memberitahukan perintah-perintah-Nya tapi mereka sudah membuat patung anak lembu emas yang merupakan benda mati dan menyebutnya sebagai allah mereka. 
Sekarang Dia mau memperbaharui perjanjian yang ada, mau memberikan kesempatan yang kedua bahkan kalau kita lihat dalam sejarah bangsa Israel bukan hanya dua kali tapi berkali-kali Tuhan terus memberikan kesempatan pada bangsa Israel. Tuhan Yesus benar-benar memiliki kesabaran dan kasih setia yang tidak terkira. 
Tapi selain Tuhan memiliki kesetian, kesabaran, kasih yang begitu besar, Dia juga merupakan pribadi yang adil, yang tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman. Sering kali kita hanya melihat satu sisi saja yaitu Tuhan yang penuh kasih, kesetiaan, kesabaran tapi kita lupa dengan keadilan. Sehingga kadang kita terlalu lancang dan berani untuk melakukan kesalahan. Akan tetapi ketika Tuhan menghukum kita, semua kebaikan kasih dan karunia Tuhan terlupa begitu saja dan kita bisa menganggap Tuhan terlalu kejam, memberikan hukuman yang lebih dari apa yang bisa ditanggung. Ingatlah kasih setia Tuhan, kesabaran-Nya dan juga keadilan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: