Akhir Dari Pekerjaan (Renungan Harian)


Selasa, 16 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 39
 
“Dan Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka.”
Keluaran 39: 43
Musa merupakan satu-satunya orang yang Tuhan perlihatkan rancangan Kemah Suci dengan peralatan-peralatan yang ada di dalamnya. Dan dia harus memimpin pembuatan Kemah Suci tersebut. Ini bukanlah tugas yang ringan. Banyak orang terlibat di dalam pembuatan Kemah Suci, dan banyak juga orang Israel yang datang melihat-lihat karena tidak semua orang bisa turun tangan dalam pembuatannya. Mereka melihat-lihat karena setelah Kemah Itu didirikan tidak ada orang yang bisa masuk kecuali imam yang bertugas, dan tidak ada yang bisa melihat tabut perjanjian kecuali imam besar yang masuk setahun sekali. Musa harus berjalan berkeliling dari pos ke pos untuk mengecek hasil pekerjaan tiap kelompok dan memberikan instruksi kalau ada yang melenceng. Mungkin saja ada yang membuat dengan pemikiran sendiri, dengan pengalamannya berpikir seharusnya lebih baik seperti ini, berpikir bahwa bagian ini tidak begitu penting sehingga tidak usah terlalu detail, atau ada komentar-komentar dari orang-orang Israel yang melihat-lihat “itu letaknya harusnya seperti itu”, dan lain-lain.
Dalam pekerjaan Tuhan di gereja juga ada banyak fariasi, ada yang berpikir bahwa dalam melayani di gereja harus seperti menjalankan organisasi di dunia, ada yang bersikukuh dengan pendapatnya karena dia berpengalaman, ada yang memberikan komentar-komentar bagaimana seharusnya pekerjaan Tuhan dilakukan. Satu hal yang kita pegang dalam melayani Tuhan adalah semua harus dilakukan tepat sesuai dengan petunjuk Tuhan. Libatkanlah Tuhan dalam setiap pekerjaan di gereja. Dengan mempelajari bagaimana pembangunan Kemah Suci bangsa Israel kita bisa belajar bagaimana kehendak Tuhan dalam membangun gereja. Walaupun kita tidak bisa memahami keseluruhannya tapi itu lebih baik daripada kita mendirikan kebenaran sendiri dan berpendapat sendiri mengenai kehendak Tuhan.
Hal yang kedua dalam kalimat terakhir dari pasal ini ada satu hal yang indah dikatakan bahwa Musa memberkati mereka. Apakah kita percaya bahwa berkat yang disampaikan Musa benar-benar terjadi dalam kehidupan orang Israel?
Demikian juga dalam kehidupan kita, apakah kita percaya bahwa berkat yang disampaikan oleh hamba Tuhan bagi kita benar-benar terjadi dalam kehidupan kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: