Menjadi Bahan Bangunan Rohani (Renungan Harian)


Minggu, 14 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Keluaran 37
 
Dari pasal 25 sampai pasal 31 kita membaca bagaimana Tuhan memberikan petunjuk kepada Musa untuk mendirikan Kemah Suci, bagaimana Tuhan menunjuk orang-orang yang bertanggung jawab untuk membuat Kemah Suci dan peralatan-peralatan di dalamnya. Setelah itu semua dijelaskan oleh Tuhan, pasal yang sebelumnya kita membaca bagaimana bangsa Israel memberikan persembahan khusus untuk pendirian Kemah Suci tersebut. Syarat dari persembahan tersebut adalah diberikan dengan kesukarelaan. Dan pembangunan pun dimulai dari pasal ini hingga di pasal terakhir kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.
Bangsa Israel memberi persembahan dengan kesukarelaan, bagaimana dengan kita? Bagaimana persembahan kita saat ini? Paulus mendorong kita untuk mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup (Rm. 12:1), dan Petrus juga mengingatkan kita bahwa diri kita merupakan batu hidup untuk pembangunan rumah rohani (1 Ptr. 2: 5). Persembahan kita untuk sekarang untuk pembangunan rumah Tuhan adalah diri kita sendiri.  Mari kita sama-sama melihat pada hari ini beberapa bahan dari pembuatan Kemah Suci dan melihat karakteristiknya.
1.      Kayu Penaga
Kayu penaga ini disebutkan sebanyak enam kali. Kayu ini digunakan sebagai bahan untuk pembuatan Kemah Suci, Tabut Perjanjian, dan meja roti sajian, mezbah pembakaran ukupan, mezbah korban bakaran. 
Salah satu sifatnya yang menonjol adalah daya tahan kayu tersebut. Septuaginta menterjemahkan kayu penaga ini dengan kata “shittim” yang berarti tidak pernah berubah karena sifat ketahanannya. Sifat ini terbentuk mungkin karena lingkungan tumbuh dari pohon penaga yang sangat keras dan tahan terhadap serangan serangga. 
Sebagai bahan pembuat rumah rohani mari kita memiliki sifat keuletan dan ketahanan terhadap serangan “serangga” yang berusaha menghalangi kita dalam memegang teguh perintah Tuhan dan terus menyebarkan bau harum ukupan yang terus terbakar seperti tabut perjanjian dan mezbah pembakaran ukupan. Seperti kayu penaga ketahanannya diuji waktu dan juga lingkungan yang keras demikian juga kita. 
2.      Emas murni
Bahan yang kedua yang lebih sering disebutkan dibanding kayu penaga adalah emas murni. Dalam pasal ini disebutkan sebanyak sembilan kali. Emas murni banyak digunakan dalam pembangunan Kemah Suci dan semua barang-barang yang lain.
Seperti kayu enaga, emas juga memiliki daya tahan yang tinggi dalam mempertahankan sifat-sifatnya. Emas merupakan salah satu logam yang tidak bisa berkarat. Emas bisa mempertahankan kecerahan warnanya untuk waktu yang lama karena dia merupakan logam yang paling susah mengalami reaksi kimia. 
Di dalam Alkitab, emas sering melambangkan iman orang percaya seperti yang dikatakan Ayub (Ayub 23: 10) dan Paulus (1 Kor. 3: 12). Emas setelah ditambang harus dibakar dalam api untuk dimurnikan. Demikian juga iman kita diuji dalam pencobaan kehidupan supaya bisa timbul lebih murni lagi.
Sebagai bahan untuk pembangunan rumah rohani Tuhan Yesus, mari kita memiliki sifat-sifat yang diinginkan-Nya, ketahanan menghadapi kehidupan, kemurnian, kekuatan dan kesetiaan sehingga kita bisa memuliakan nama Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: