Menegur dan Ditegur (Renungan Harian)


Kamis, 18 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

“Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.”
Galatia 2:11


Suatu ketika Petrus mendapatkan sebuah penglihatan, Allah memperlihatkan kepadanya bahwa injil kerajaan surga harus disampaikan kepada orang-orang dari segala bangsa. Kemudian, setelah masalah persunatan menjadi sebuah perdebatan besar di dalam gereja masa awal, Petrus berargumen bahwa keselamatan adalah karunia Allah dan bukan karena hukum Taurat. Ia menyebutkan contoh keluarga Kornelius yang menerima Roh Kudus karena karunia Allah, dan mendukung usulan Paulus.

Petrus pergi ke Antiokhia setelah majelis memutuskan bahwa bangsa-bangsa selain Yahudi tidak perlu menjalani persunatan. Namun banyak jemaat bangsa Yahudi belum sependapat mengenai perlu tidaknya hukum persunatan. Maka ketika Petrus melihat sebuah kelompok dari Yakobus yang mendorong adanya hukum sunat, ia merasa takut menghadapi kritikan mereka, dan memisahkan dirinya dari jemaat-jemaat non-Yahudi. Dengan tindakan ini, Petrus secara diam-diam setuju dengan pernyataan yang salah mengenai kebenaran yang didapat melalui hukum Taurat.

Paulus melihat kemunafikan Petrus sebagai penyimpangan dari kebenaran injil dan merugikan iman umat percaya. Paulus tidak tinggal diam dan berkompromi melawan prinsipnya; sebaliknya, ia memberikan teguran yang menyengat kepada Petrus di hadapan semua orang. Walaupun ada saat-saatnya hal ini perlu dilakukan, kita harus selalu menimbang-nimbang keadaan. Dan berdoa adalah jalan yang baik. Namun apabila ada sebuah masalah besar di dalam gereja, Paulus mengambil sikap: lebih baik menyenangkan Allah dan dimusuhi jemaat. Perlu ditegaskan bahwa Paulus menegur Petrus terang-terangan karena ia adalah hamba Allah yang setia, bukan karena mendengki Petrus.
Dalam banyak hal, tindakan Paulus adalah hal yang benar, karena ia memperlihatkan pendapatnya mengenai kebenaran. Ia membuka jalan agar injil dapat disampaikan kepada bangsa-bangsa lain. Yang lebih indah lagi, Petrus menerima teguran keras Paulus dengan rendah hati. Dahulu ia adalah murid yang keras kepala, namun ia dapat menerima teguran dan mengakui kesalahannya dengan tulus. Ini adalah pelajaran yang indah dan berharga, dan kita dapat melihat mengapa gereja masa awal dapat bertumbuh besar.

Keberanian Paulus untuk menyatakan kebenaran, tegurannya karena kasih kepada rekan sepelayanan, dan penerimaan Petrus atas teguran Paulus, semua ini merupakan tingkat kerohanian yang lebih tinggi. Semoga Allah membangkitkan lebih banyak pengikut Yesus seperti Paulus dan Petrus di gereja masa akhir ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: