Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu (Renungan Harian)

oleh: Penginjil Toni Antonius
Yosua 1
 
Puji Tuhan, saat ini kita mulai membaca kitab yang baru yaitu kitab Yosua. Kitab Yosua ini merupakan kelanjutan dari kitab Ulangan. Dalam kitab Ulangan, bangsa Israel telah ada di perbatasan tanah Kanaan. Dan sekarang di bawah pimpinan Yosua mereka mulai mempersiapkan diri memasuki tanah Kanaan. 
Hal yang pertama kita melihat di sini bagaimana Tuhan berkali-kali menguatkan hati Yosua untuk memimpin bangsa Israel. Ada kegentaran dan ketakutan di hati Yosua karena dia harus menggantikan Musa, seorang nabi yang sangat besar kekuatannya, seorang pemimpin yang sangat berkarisma yang telah memimpin bangsa Israel selama empat puluh tahun. 
Di bagian awal Tuhan mengingatkan “Hamba-Ku Musa telah mati.” (ayat 2). Dengan perkataan ini, Tuhan mengingatkan kepada Yosua bahwa Musa, seorang yang luar biasa tidak bisa diharapkan lagi karena dia telah meninggal dunia. Ada keterbatasan kekuatan yang dimiliki seorang manusia bagaimana pun hebatnya dia. Tidak ada lagi yang memimpin bangsa Israel untuk memasuki tanah Kanaan. Ini juga sekaligus menyatakan bahwa saat ini masa kepemimpinan Musa telah berakhir dan harus ada penggantinya.
Selanjutnya Tuhan empat kali mengatakan kepada Yosua “kuatkan dan teguhkanlah hatimu” (ayat 6, 7, 9, 18), karena Yosua memang memiliki ketakutan dalam hatinya. Dia takut apakah dia bisa menggantikan Musa yang memiliki kharisma yang begitu luar biasa di mata bangsa Israel, apakah dia bisa memimpin seperti Musa memimpin, apakah bangsa Israel akan mendengarkannya seperti mereka mendengarkan Musa, apakah Tuhan akan menyertainya seperti Tuhan menyertai Musa.
Ketakutan ketika memulai sesuatu yang baru lazim dialami oleh semua orang. Takut apakah apa yang dilakukannya akan berhasil atau tidak, apakah dia bisa memberikan yang terbaik atau tidak, apakah orang-orang akan memuji atau mengkritik apa yang dilakukannya. Dalam kegiatan rohani maupun dalam kegiatan dunia, ketika pertama kali mengawali, biasanya keraguan dan ketakutan itu ada. 
Dengan melihat apa yang difirmankan Tuhan pada Yosua mari kita mengerjakan sesuatu yang baru dalam hidup kita dengan penuh keyakinan. Asalkan kita bertindak sesuai hukum Tuhan, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, mengingat dan melakukan berdasarkan ajaran Tuhan Yesus maka kita pasti disertai Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: