White Lies (Dusta Putih)? (Renungan Harian)


oleh: Penginjil Toni Antonius
Yosua 2
Yasua mengutus dua pengintai untuk mengintai kota Yerikho. Di kota itu tinggal seorang perempuan sundal yang bernama Rahab. Peristiwa Rahab menyembunyikan kedua pengintai merupakan sebuah peristiwa yang terkenal. Dari peristiwa ini, mungkin kita mendengar ada yang namanya istilah white lies yang artinya berbohong demi kebaikan. Tidak apa-apa melakukan kebohongan demi berbuat baik terhadap seseorang. Rahab, seorang perempuan sundal, berbohong ketika menyembunyikan kedua pengintai malah menjadi seorang nenek moyang dari Yesus Kristus (ayat ayat 4-6, Mat. 1: 5). Tapi mari kita sama-sama selidiki peristiwa ini dengan lebih lanjut, apakah benar Rahab diselamatkan karena berdusta dalam menyembunyikan kedua pengintai?
Rahab memang berdusta ketika menyembunyikan kedua pengintai, tapi setelah itu dia meminta kepada kedua pengintai untuk keselamatan dirinya (ayat 12-14). Kedua pengintai memberikan janji mereka dan memberikan sebuah tanda yaitu Rahab harus mengikatkan benang kirmizi di jendela tempat dia menurunkan kedua pengintai tersebut dan tidak memperbolehkan dia keluar dari rumah. Mereka menjanjikan bahwa yang tetap ada di dalam rumah Rahab tidak akan dibunuh, tapi kalau keluar dari rumah, mereka tidak menanggungnya (ayat 17-19), dan Rahab harus merahasiakan kedatangan mereka itu.
Dosa tetaplah merupakan sebuah dosa, apapun yang menjadi alasan dibalik perbuatan dosa tersebut.
Rahab selamat bukan karena dia berdusta tapi karena dia mematuhi apa yang diperintahkan kedua pengintai tersebut. Inti sebenarnya dari peristiwa Rahab ini adalah memegang sebuah kesempatan yang datang dengan sebaik-baiknya. Sudah tersiar kabar mengenai bangsa Israel yang disertai Tuhan dan tidak ada bangsa yang bisa menghadapi mereka karena penyertaan-Nya (ayat 9-11), dan Rahab memegang kesempatan untuk diselamatkan. Selain itu dia mematuhi semua yang diperintahkan kedua pengintai tersebut. Hal itulah yang menyebabkan Rahab diselamatkan, dia mau mengubah kehidupannya, memegang kesempatan dan mengikuti perintah dengan sepenuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: