Pimpinan Tuhan (Renungan Harian)


Selasa, 23 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Yosua 3
Dalam pasal ini mulailah bangsa Israel berjalan masuk ke tanah Kanaan. Masuknya bangsa Israel ke tanah Kanaan bukan dengan jalan yang biasa tapi disertai dengan tanda yang luar biasa.
Hal yang pertama yang dilakukan bangsa Israel sebelum menyeberang sungai Yordan adalah menguduskan dirinya (ayat 5). Kekudusan merupakan satu hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang percaya. Yakub ketika hendak menghadap Tuhan di Betel, memerintahkan keluarganya untuk menguduskan diri (Kej. 35: 1-2), Bangsa Israel menguduskan diri selama tiga hari sebelum Tuhan berfirman di atas gunung Sinai (Kel. 19: 10). Dalam kehidupan umat pilihan Tuhan, kekudusan merupakan satu hal yang tidak bisa tidak harus dijaga karena tanpa kekudusan seseorang tidak bisa melihat Allah (Ibr. 12: 14). Kalau kita ingin gereja kita, keluarga kita, diri kita pribadi disertai Tuhan maka kekudusan ini merupakan faktor yang sangat penting untuk ada di dalam kehidupan kita. Roh Kudus membantu menguduskan kita (Tit. 3: 5), kita menjaga perbuatan kita salah satunya menjauhi percabulan.
Tabut Perjanjian Tuhan berjalan di depan sementara bangsa Israel mengikuti dari belakang. Antara tabut dengan bangsa Israel ada jarak dua ribu hasta (±900 m). Jarak tersebut ada supaya bangsa Israel mengetahui jalan yang harus ditempuh, karena mereka belum pernah melalui jalan tersebut. Hidup kita seperti perjalanan bangsa Israel menyebrang sungai Yordan. Kita belum pernah melaluinya, tidak mengetahui apa yang ada di depan kita, tetapi Tuhan telah mengetahuinya. Mari kita mengikuti langkah-langkah Tuhan dari belakang, dengan patuh meneladani dan melakukan perintah Tuhan. Jangan kita menjadi sok tahu dan mengandalkan diri sendiri. 
Ketika mereka menyebrang sungai Yordan, Tuhan membuat nama Yosua besar di antara bangsa Israel karena mereka menyebrang di atas tanah yang kering. Tuhan menghentikan aliran sungai Yordan di dekat Adam, tampat yang jauh dari penyebrangan bangsa Israel (ayat 16). Tuhan tidak lupa akan janji-Nya bahwa dia akan menyertai Yosua sama seperti Dia menyertai Musa. Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dengan menyebarangi Laut Merah di atas tanah kering, Tuhan juga membuat Yosua memimpin bangsa Israel masuk tanah Kanaan dengan menyebrangi sungai Yordan di atas tanah kering. Kita bisa yakin bahwa Tuhan juga tidak akan lupa dengan janji-Nya kepada kita karena Dia dari dahulu sampai selama-lamanya tidak pernah berubah (Ibr. 13: 8).
Yang terakhir, ketika bangsa Israel menyebrang sungai Yordan, tabut perjanjian Tuhan tetap ada di tengah-tengah sungai Yordan sampai seluruh bangsa Israel menyebrangi sungai. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan kita merupakan Tuhan yang mengerti penderitaan kita, Dia tetap ada di tengah-tengah kita dan tidak pernah meninggalkan kita sendirian (Ibr. 4: 14-15; Yoh. 14: 18). Mari kita dengan percaya melangkah mengikuti jejak-jejak yang Tuhan telah tinggalkan dan percaya bahwa Dia tetap menyertai kita senantiasa dalam suka dan duka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: