Kunci Ketaatan (Renungan Harian)


Jumat, 26 Oktober 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Yosua 6
 
Mulailah bangsa Israel melangkah untuk menaklukkan tanah Kanaan. Langkah pertama mereka adalah menaklukkan kota Yerikho, sebuah kota yang memiliki benteng pertahanan yang kuat dan kokoh. Peperangan menaklukkan Yerikho ini bukanlah peperangan biasa saja tapi di sini bisa dilihat ketaatan yang luar biasa dari Yosua kepada Tuhan, dan dari bangsa Israel kepada perintah Yosua.
Yosua baru saja naik menjadi seorang pemimpin. Pada mulanya dia takut dan bimbang karena Musa, pendahulunya, merupakan seorang pemimpin yang luar biasa besar. Tapi ketika menyeberangi sungai Yordan, Tuhan mengadakan mujizat melalui Yosua sehingga nama Yosua terangkat di mata orang Israel. Sekarang , dia hendak memimpin pasukan Israel untuk menaklukkan kota Yerikho yang terkenal kuat bentengnya. Saat semangatnya memuncak, Tuhan perintahkan cara berperang yang aneh, mengelilingi tembok kota satu kali dalam sehari selama enam hari, dan tujuh kali di hari ke tujuh kemudian bersorak nyaring. Tuhan menjanjikan bahwa setelah itu tembok kota akan runtuh dengan sendirinya (ayat 2-5).
Demikian juga bangsa Israel, baru saja memiliki pemimpin baru. Pemimpin lama mereka, Musa, merupakan seorang pemimpin yang hebat. Pemimpin yang baru, Yosua, baru saja membuktikan bahwa dia disertai Tuhan ketika mereka menyeberangi sungai Yordan. Sekarang mereka akan menaklukkan kota yang memiliki pertahanan yang kuat. Tapi perintah yang diberikan oleh pemimpin yang baru ini merupakan perintah yang konyol. Mengelilingi tembok kota tanpa bersuara sama sekali. Bukan hanya sehari tapi selama enam hari berturut-turut. Hari pertama, mereka mungkin melakukannya dengan tidak bertanya-tanya, hari kedua, hari ketiga mungkin mulai ada yang ragu tapi tetap mematuhi pimpinan pasukan, hari keempat, hari kelima mungkin keraguan semakin besar. Apa yang akan kita lakukan? Kapan kita mulai menyerang, dan kapan kota ini bisa ditaklukkan? Rasanya sia-sia saja berhari-hari mengelilingi tembok kota. Seharusnya diadakan penyerangan, usaha untuk merobohkan tembok. Tidak ada hasil apa-apa, tidak ada kejadian apa-apa. 
Seperti itulah ketaatan kepada perintah Tuhan. Mungkin perintah Tuhan kelihatannya tidak ada kaitannya langsung dengan masalah yang dihadapi. Kelihatannya kita mentaatinya pun tidak akan menyelesaikan masalah tersebut. Tapi ketika kita mentaati dengan sepenuhnya apa yang diperintahkan Tuhan, yakinlah bahwa kita akan mendapatkan hasil yang mengejutkan yang dilaur nalar atau perkiraan kita. Ketaatan diuji dengan berjalannya waktu. Ada kalanya kita tidak tahu apa hasil dari ketaatan kita melaksanakan perintah Tuhan, tapi tetaplah bersabar dan lakukan terus perintah Tuhan dengan sepenuhnya. Kalahkan keragu-raguan yang ada dalam diri kita, abaikan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam logika. Jalani terus dan percayalah ada hadiah yang luar biasa menanti kita di ujung perjalanan kita ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: