Sekali Lagi (Renungan Harian)

Senin, 5 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 8

 

Adalah hal yang wajar bahwa bangsa Israel putus asa karena mengalami kekalahan yang disebabkan karena dosa satu orang, Akhan. Harapan dan kepercayaan mereka terhadap Tuhan mungkin terkikis karena perbuatan satu orang dan itu membuat bangsa Israel menjadi takut dan tawar hati.

Pada ayat yang pertama, kembali Tuhan berfirman kepada Yosua supaya tidak takut dan tawar hati. Yosua sebagai seorang pemimpin tidak boleh memperlihatkan ketakutannya di hadapan bangsa Israel karena bisa membuat moral bangsa Israel berantakan. Tuhan sekali lagi maju dan bertindak menguatkan hati dari Yosua. Karena dosa satu orang maka hubungan antara bangsa Israel dan Tuhan menjadi rusak, dan Tuhan berinisiatif kembali memperbaiki hubungan tersebut.

Mungkin ada waktu dalam kehidupan kita dimana kita tidak mendengar jawaban Tuhan atas doa-doa kita atau kelihatannya Dia tidak berbuat apa-apa mengenai permohonan yang kita panjatkan. Hal ini kemungkinan terjadi karena kesalahan yang kita lakukan (Yes. 59: 1-3), atau permohonan itu kita panjatkan untuk memuaskan hawa nafsu kita (Yak. 4: 3). Akan tetapi pada waktu-waktu itu, Tuhan yang maha pengasih berinisiatif untuk memperbaiki kembali hubungan dan menguatkan kita. Dia berkenan mengampuni dosa kita, anak-anak-Nya, dan memberikan kesempatan yang kedua. Yang Dia harapkan adalah bahwa kita kembali kepada Tuhan dan mentaati perintah-Nya dengan teguh. Selain itu marilah kita mempunyai iman bahwa pertobatan yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan diterima-Nya.

Hal yang kedua yang bisa kita pelajari adalah ketika sesuatu gagal kita lakukan, mari kita lakukan sekali lagi. Jangan kita menyerah dan kemudian akhirnya tidak mau mencoba untuk yang kedua kalinya. Hal ini terutama dalam kita melaksanakan perintah Tuhan. Dalam diri kita selalu ada pertentangan-pertentangan antara hawa nafsu keinginan daging dan keinginan roh. Ketika kita gagal dan akhirnya jatuh dalam keinginan daging, jangan menyerah untuk mencoba melawan kembali. Jangan berpikir “sudah kepalang tanggung”. Seperti Yosua menggunakan strategi yang berbeda dengan yang pertama, mari kita mencoba jalan lain untuk mengalahkan keinginan daging. Tentu saja jangan lupa untuk bersandar dan meminta kekuatan kepada Tuhan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: