Tidak Ada Yang Melihat? (Renungan Harian)

Minggu, 4 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 7


Pasal sebelumnya menceritakan kemenangan luar biasa dari tentara Israel dalam menaklukkan kota Yerikho. Pada ayat yang terakhir dikatakan bahwa Tuhan menyertai Yosua dan kabar tentang dia terdengar di seluruh negeri itu. Pada pasal yang kita baca hari ini diawali dengan kata “tetapi” yang artinya keadaan di pasal ini bertentangan dengan apa yang ada sebelumnya. Kalau pada pasal sebelumnya ada kemenangan, di pasal ini ada kekalahan, kalau pada pasal sebelumnya ada penyertaan Tuhan, pada pasal ini pasukan Israel ditinggalkan Tuhan. Pasukan Israel mengalami kekalahan dan kehilangan 36 pasukannya ketika menghadapi kota Ai yang kecil karena perbuatan yang Akhan lakukan.

Akhan telah mengambil barang-barang yang dikhususkan untuk Tuhan untuk dimusnahkan dan untuk perbendaharaan Tuhan (Yos. 6: 18-19). Dia mengambil jubah indah buatan Sinear, dua ratus syikal perak, dan sebatang emas seberat lima puluh syikal dari jarahan kota Yerikho dan menyimpannya untuk dirinya sendiri (ayat 21) . Proses dari dosa yang dilakukan Akhan kelihatannya tidaklah asing di telinga kita: melihat, mengingini, mengambil (ayat 21). Bukankah Hal yang sama dilakukan oleh Hawa ketika mengambil buah pengetahuan baik dan jahat (Kej. 3: 6), juga yang dilakukan oleh raja Daud (2 Sam. 11: 2-4)?

Dalam usaha memuaskan keinginan dan hasrat pribadinya, Akhan membuat bangsa Israel mengalami kerugian. Dalam keadaan kita sebagai umat percaya, tiap-tiap pribadi merupakan bagian dari anggota tubuh Kristus (1 Kor. 12: 27). Dosa yang kita lakukan secara pribadi bisa memberikan pengaruh yang negatif bukan hanya bagi pribadi tapi bagi tubuh Kristus yaitu gereja-Nya (1 Kor. 12: 14-26). Oleh karena itu kita perlu memeriksa diri kita masing-masing apakah yang kita lakukan memberikan pengaruh negatif bagi gereja atau tidak.

Dalam kisah ini kita bisa melihat sifat dari Tuhan yang maha kudus, maha kuasa, maha hadir, dan maha mengetahui. Walaupun Akhan berhasil menyembunyikan barang-barang tersebut tanpa ada orang Israel yang mengetahuinya sama sekali, Tuhan tetap mengetahuinya. Ini bisa menjadi pengingat kita ketika melakukan kesalahan bahwa walaupun kita berhasil menutupi kesalahan kita sehingga tidak ada satu orang pun di dunia yang mengetahui kesalahan kita itu, Tuhan tetap mengetahuinya. “Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” (Ams. 15: 3).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: