Peperangan Melawan Bagian Utara Kanaan (Renungan Harian)

Kamis, 8 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 11

 

Peperangan yang dilakukan oleh bangsa Israel untuk merebut tanah Kanaan masih terus berlanjut. Peperangan tersebut semakin lama semakin hebat. Dalam peperangan yang pertama melawan kota Yerikho, kemudian kota Ai. Setelah itu kita membaca di pasal 10 bagaimana orang Israel menghadapi lima raja yaitu Adoni-Zadek, Horam, Piream, Yafia, Debir (Yos. 10: 3-4). Kemudian di pasal ini kita membaca bagaimana musuh yang dihadapi oleh bangsa Israel lebih besar lagi dari sebelumnya. Dikatakan bahwa jumlah tetara pasukan musuh seperti pasir di tepi laut banyaknya (ayat 1-5).

Setidaknya ada dua hal yang bisa kita pelajari. Pertama bahwa seperti bangsa Israel menghadapi musuh yang semakin lama semakin berat untuk meraih janji Tuhan demikian juga dalam kehidupan kita sebagai orang percaya bahwa musuh yang harus kita hadapi semakin lama akan semakin berat. Iblis yang menjadi musuh kita tidak akan berhenti mencoba untuk mengalahkan dan membawa kita ke dalam dosa. Kita bisa melihat bagaimana iblis mencobai Ayub, dari kehilangan semua miliknya sampai akhirnya mengalami sakit yang begitu berat. Janji Tuhan masih terus ada dan harus kita kejar supaya kita bisa meraihnya dan kita harus bersiap-siap untuk berperang menghadapi musuh yang semakin lama semakin kuat dan hebat menyerang. Tentu saja kita harus berusaha melatih diri supaya semakin mahir dalam menggunakan senjata Allah dan berperang melawan si jahat (Ef. 6: 11-17).

Yang kedua kita sama-sama renungkan kenapa raja-raja di daerah utara Kanaan tidak bersekutu bersama dengan lima raja yang ada di pasal sebelumnya untuk melawan bangsa Israel? Kita bisa percaya bahwa inilah pengaturan Tuhan dalam menjaga bangsa Israel dan memberikan tanah Kanaan kepada mereka. Tuhan mengatur semua kehidupan umat manusia dan pencobaan bisa terjadi atas seijin dari pada-Nya. Kita bisa lihat dari perjalanan bangsa Israel saat pertama kali keluar dari tanah Mesir, Tuhan membawa mereka berputar dan tidak melalui tanah Filistin karena Dia tahu kemampuan orang Israel belum bisa berperang melawan mereka. Dalam merebut tanah Kanaan pun secara pelan-pelan rintangan yang ada semakin berat. Rintangan-rintangan ini digunakan Tuhan untuk melatih bangsa Israel untuk lebih kuat lagi.

Pencobaan yang hadir dalam kehidupan kita merupakan sebuah ujian untuk iman kita yang akan menghasilkan kesempurnaan sehingga jiwa kita terselamatkan (Yak. 1: 2-4; 1 Ptr. 1: 9). Jangan kita kuatir dan tawar hati ketika mengalami permasalahan. Tetaplah percaya bahwa permasalahan itu bisa kita atasi bersama Tuhan karena Dia tidak akan memberikan pencobaan yang terlalu berat yang akhirnya membuat kita jatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: