Apa Yang Kita Wariskan? (Renungan Harian)

Minggu, 11 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 13

 

Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki.”
Yosua 13: 1

Waktu terus berlalu dan tanpa sadar, Yosua yang tadinya muda sekarang menjadi tua dan lanjut umurnya. Josepus, seorang sejarahwan dan apologet Yahudi abad pertama, menuliskan bahwa Yosua memimpin bangsa Israel merebut tanah Kanaan kira-kira selama dua puluh tahun. Waktu berjalan dengan sangat cepat sehingga tidak terasa dirinya sudah tua padahal masih banyak daerah di tanah Kanaan yang belum direbut bangsa Israel.

Pada saat Musa masih memimpin bangsa Israel, dia mempersiapkan Yosua untuk menggantikannya. Akan tetapi sayangnya hal yang sama tidak dilakukan oleh Yosua sehingga ketika Yosua meninggal, tidak ada yang melanjutkan tugasnya dalam memimpin bangsa Israel.

Di sinilah kita melihat pentingnya mewariskan iman kepada generasi selanjutnya. Kita dalam melayani melakukan pekerjaan Tuhan memiliki keterbatasan waktu dan tenaga sementara pekerjaan Tuhan sendiri sangatlah banyak sementara selesainya pekerjaan Tuhan yaitu pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya tidak kita ketahui kapan waktunya. Tentunya supaya pekerjaan Tuhan dalam gereja terus berlanjut, walaupun kita sudah tidak ada lagi perlu dipersiapkan sejak kita masih melayani-Nya.

Dalam ayat 6 dikatakan oleh Tuhan bahwa “Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel.” yang berarti bahwa Tuhan yang melakukannya, tapi dari pihak bangsa Israel tanpa adanya pemimpin mereka kehilangan arah dan mulai menyimpang dari perintah Tuhan.

Demikian juga dalam gereja, Tuhan yang maha kuasa mampu melakukan apapun juga. Keselamatan akan tetap ada di dalam dunia, pekerjaan Tuhan akan terus berjalan tanpa ada yang bisa menghalangi, tapi bagaimana dengan kita? Apakah kita bisa meraihnya, terlebih lagi apakah generasi penerus kita (anak-anak, cucu-cucu) bisa juga meraihnya?

Tanpa adanya pewarisan iman maka iman generasi selanjutnya semakin melemah, pekerjaan Tuhan dalam generasi selanjutnya pun akan terhambat, gereja tidak berkembang.

Pada saat sekarang ini dunia mendorong pendidikan dalam pengetahuan anak-anak tapi mulai mengabaikan didikan dalam budi pekerti, moral sehingga banyak anak pintar dalam pengetahuan tapi bodoh dalam perilaku. Di sinilah pendidikan agama di gereja mengambil peranan. Selain mewariskan iman juga membentuk karakter umat pilihan Tuhan. Sekolah sabat, sekolah minggu bukan kegiatan yang dilakukan hanya untuk mengisi waktu tapi merupakan salah satu proses pendidikan iman dan moral anak-anak.

Ada satu semboyan yang mungkin bisa menjadi pengingat bagi kita “Mencegah lebih baik dari mengobati.” Saat kita muda, kita masih kuat mengendalikan anak-anak, mengarahkan jalan mereka. Akan tetapi pada suatu saat nanti kita akan semakin tua dan lanjut umur, tenaga kita semakin lemah, dan saat itu tiba maka kita tidak bisa lagi mengendalikan anak-anak kita, malah yang terjadi adalah kebalikannya yaitu anak-anak yang mengendalikan orang tua. Maka marilah persiapkan anak-anak kita sehingga saat dia berjalan sendiri tanpa bisa kita kendalikan lagi, dia tetap berjalan di jalan yang benar yang sesuai dengan perintah Tuhan.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Ams. 22: 6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: