Berguna Tapi Membawa Celaka (Renungan Harian)

Rabu, 14 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 16

Sebuah pasal yang singkat kita baca hari ini. Selain singkat, isinya pun hanya memberitahukan mengenai milik pusaka suku Efraim dan Manasye. Tapi mari kita sama-sama perhatikan dalam pasal yang singkat ini ada beberapa hal yang bisa diambil sebagai sebuah pengajaran.

  1. Saling mendukung dalam keluarga

“Selanjutnya bagi bani Efraim ditentukan kota-kota terpisah di tengah milik pusaka bani Manasye, segala kota itu dengan desa-desanya.” (Yos. 16: 9).

Kenapa Tuhan menentukan dalam daerah milik pusaka Manasye ada kota-kota milik bani Efraim? Seperti kita ketahui, Efraim dan Manasye merupakan anak-anak dari Yusuf. Kedua orang ini memiliki kehidupan yang berbeda seperti Yakub memberikan berkat yang berbeda bagi mereka (Kej. 48: 15-20). Dengan adanya kota milik Efraim di tengah milik pusaka Manasye mengajarkan kepada kita untuk tetap menjaga hubungan dalam keluarga.

Biasanya yang menjadi pengikat antara kakak adik ketika mereka sudah memiliki keluarga masing-masing adalah orang tua mereka. Sehingga tidak jarang ketika orang tua meninggal, maka hubungan saudara semakin merenggang. Semakin ke bawah, hubungan keluarga semakin merenggang, anak-anak saudara kita belum tentu dekat dengan anak-anak kita. Adanya milik pusaka Efraim di tengah-tengah Manasye mengingatkan kepada generasi-generasi selanjutnya bahwa mereka bersaudara walaupun jalan hidup mereka berbeda, yang satu lebih besar dari yang lain.

Tetaplah berusaha menjalin hubungan keluarga dengan saudara-saudara kita dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.

  1. Kelihatannya menguntungkan

“Tetapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi ornag Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi.” (Yos. 16: 10).

Kelihatannya dengan tidak menghalau orang-orang Kanaan di Gezer memberikan keuntungan karena bisa memperoleh budak untuk melakukan pekerjaan bagi orang Israel. Tapi kita bisa melihat sejarah ke depan dari bangsa Israel, orang-orang Kanaan banyak menyusahkan orang Israel, bahkan mereka menarik orang Israel untuk mengikuti penyembahan berhala yang dilakukan orang-orang Kanaan. Ternyata perintah Tuhan benar adanya.

Demikian juga dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa melihat masa depan, tapi Tuhan bisa melihat. Dia selalu merancangkan damai sejahtera dan sukacita bagi kita anak-anak-Nya. Karena itu mari kita percaya kepada-Nya dan dengan taat melaksanakan perintah-Nya karena semua perintah-Nya mendatangkan kebahagiaan bagi kita semua. Pendapat kita saat ini kelihatannya membawa kebaikan belum tentu di masa yang akan datang membawa kebaikan juga, tapi firman Tuhan yang saat ini kelihatannya tidak membawa kebaikan kalau kita lakukan, pada masa yang akan datang pasti kita bisa melihat kebaikannya kalau kita mematuhi dengan sepenuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: