Pekerjaan yang Belum Selesai (Renungan Harian)

Selasa, 13 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 15

 

Mulai pasal 15 ini sampai dengan pasal 19 kita membaca batas-batas daerah yang diberikan kepada suku-suku Israel yang dimulai dari suku Yehuda.Walaupun kelihatannya membosankan dan mungkin hanya memberitahukan pengetahuan geografi saja, tapi mari kita sama-sama tetap baca dan jangan kita lewatkan karena kita percaya bahwa firman Tuhan adalah firman yang hidup yang tidak keluar dengan sia-sia.

Ketika membaca pasal ini, ayat terakhir menarik perhatian saya “Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dapat dihalau oleh bani Yehuda. Jadi orang Yebus itu masih tetap diam bersama-sama dengan bani Yehuda di Yerusalem sampai sekarang.” (Yos. 15: 63).

Ternyata di dalam daerah dari suku Yehuda ada satu daerah yaitu di kota Yerusalem yang dimana orang-orang Yebus diam tidak bisa ditaklukkan sehingga orang-orang Yebus tinggal di antara orang-orang Yehuda. Pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya: Kenapa suku Yehuda tidak bisa menghalau orang Yebus? Apakah mereka terlalu kuat bagi suku Yehuda? Seharusnya tidak ada suku yang cukup kuat untuk melawan orang Israel terlebih karena ada Tuhan yang senantiasa berperang bagi mereka. Orang Israel berhasil menaklukkan Yerikho, menang menghadapi persekutuan lima raja, menang menghadapi raja-raja di wilayah utara Israel hal ini sudah menjadi bukti yang kuat bahwa seharusnya tidak ada yang bisa bertahan menghadapi orang Israel.

Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel sebelum masuk ke Kanaan mengenai apa yang harus mereka lakukan terhadap penduduk Kanaan (Bil. 33: 51-52) tapi hal tersebut tidak dilakukan oleh orang Israel sehingga orang-orang Kanaan itu menjadi duri dalam daging seperti yang diperingatkan Tuhan (Bil. 33: 55). Kita bisa banyak berasumsi mengenai orang Yehuda tidak berhasil menghalau orang Yebus, misalnya orang Yebus terlalu banyak, kota mereka, Yerusalem, terlalu kuat atau asumsi-asumsi yang lain. Tapi yang pasti hal ini bisa terjadi disebabkan karena orang Yehuda sendiri bukan disebabkan oleh Tuhan. Dan Orang Israel tidak berhasil menyelesaikan atau menunda pekerjaan Tuhan.

Kita sebagai umat pilihan Tuhan juga dipercaya untuk melakukan pekerjaan-Nya karena Dia memberikan perintah. Dalam menyelesaikan pekerjaan Tuhan, bisa saja kita menghadapi masalah yang besar yang mungkin menurut kita tidak mungkin bisa kita atasi sehingga kita akhirnya meninggalkannya atau menunda pekerjaan tersebut. Masalah itu tidak bisa diatasi bukan disebabkan karena Tuhan tapi karena kita pribadi. Kita yang terlalu cepat menyerah dalam menyelesaikannya dan berputus asa tidak mau mencoba lagi memikirkan cara lain, kita yang terlalu cepat mengambil keputusan, kita yang berpikir bahwa masalah itu kalau tidak diselesaikan juga tidak apa-apa. Seperti orang Yebus akhirnya menjadi duri dalam daging bagi orang Yehuda dan Benyamin, demikian juga kalau kita tidak menyelesaikan pekerjaan Tuhan, bisa jadi suatu saat akan mendatangkan kesulitan bagi kita.

Mari selesaikan pekerjaan Tuhan yang telah dipercayakan pada kita dan ketika menghadapi masalah jangan kita lari atau menunda tapi serahkan semuanya pada Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan membantu kita menyelesaikannya.

One Response to Pekerjaan yang Belum Selesai (Renungan Harian)

  1. sani says:

    thanks for the sharing and insights..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: