Kemalasan Rohani (Renungan Harian)

Kamis, 15 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 17

 “Tetapi bani Manasye tidak dapat menduduki kota-kota itu, sebab orang Kanaan berhasil untuk tetap diam di negeri itu. Setelah orang Israel menjadi kuat, orang Kanaan itu dibuatnya menjadi orang rodi, tetapi tidaklah sama sekali mereka itu dihalaunya.” (Yos. 17: 12-13)

Milik pusaka suku Manasye yang setengah dibagikan kepada mereka. Selain mendapatkan daerah sendiri, ada bagian suku Manasye yang terdapat di tengah suku Isakhar dan Asyer. Yang menarik di sini adalah mereka tidak bisa menduduki kota-kota yang disebutkan (ayat 11), tapi ketika mereka sudah menjadi kuat, mereka berhasil menduduki tapi tetap tidak mengusir orang Kanaan, tapi menjadikan mereka sebagai orang rodi.

Selain itu kita melihat di ayat-ayat selanjutnya, bani Yusuf meminta tanah pusaka tambahan kepada Yosua karena jumlah mereka sangat banyak. Ketika Yosua memberitahukan kepada mereka untuk membuka hutan dan mendirikan kota, banyak alasan yang mereka kemukakan entah mengenai daerahnya, atau orang-orang Kanaan yang mendudukinya (ayat 14-16). Alasan-alasan ini bisa memperlihatkan kemalasan mereka dalam meraih janji Tuhan yaitu tanah milik pusaka.

Kita sebagai umat pilihan Allah sedang berusaha memperoleh milik pusaka yang dijanjikan Tuhan. Dalam usaha memperolehnya, kita pun harus berperang dengan musuh kita yaitu roh-roh jahat yang mempengaruhi kita (Ef. 6: 11-12), kita melawan dosa yang setiap saat berusaha untuk menaklukkan diri kita. Dalam berperang, seperti yang dikatakan Paulus ada perlengkapan senjata Allah (Ef. 6: 14-17) dan supaya bisa menggunakan itu semua dengan mahir, kita perlu berlatih. Contoh: berkasutkan kerelaan memberitakan injil damai sejahtera, menggunakan pedang roh, yaitu firman Tuhan dengan mahir, diperlukan latihan-latihan, tidak bisa langsung bisa melakukannya.

Untuk memulai latihan kita perlu melakukan satu hal dulu yaitu mengalahkan kemalasan dalam diri kita. Seperti seorang anak malas untuk belajar, mengerjakan PR sekolah, kadang atau bahkan sering kali kita juga malas untuk mengembangkan rohani kita. Alasan-alasan “ketidakbisaan” dalam melayani bisa menjadi salah satu contoh kemalasan rohani yang kita miliki. Mari kita sama-sama melihat ke dalam diri kita, sudah seberapa banyak milik pusaka yang Tuhan berikan kepada kita berhasil kita kuasai? Sudahkah kita menguasai diri kita dan memberitakan injil bagi Tuhan? Sudahkah kita mulai bergerak dari kemalasan rohani karena kita sudah merasa nyaman dengan keadaan kita sebagai jemaat?

Mari kalahkan kemalasan rohani yang menimpa kita, mulai berlatih dan berperang untuk Tuhan dalam usaha memperoleh janji Tuhan yaitu keselamatan hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: