Pembagian Tanah Pusaka (Renungan Harian)

Minggu, 18 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 19

 

Dalam pasal kali ini kita membaca pembagian tanah Kanaan untuk enam suku Israel yaitu Simeon, Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, Dan. Keenam suku ini mendapat bagian bersama-sam dengan suku-suku yang lain. Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya pada pasal ini.

  1. 1.      Bagian Simeon ada di tengah-tengah Yehuda

“Milik pusaka bani Simeon diambil dari bagian bani Yehuda. Karena bagian bani Yehuda itu terlalu besar bagi mereka, maka bani Simeon menerima milik pusaka di tengah-tengah mereka.” (Yos. 19: 9)

Yehuda memperoleh kedudukan anak sulung karena Ruben, Simeon, dan Lewi melakukan kesalahan yang membuat Yakub tidak berkenan memberikan kedudukan anak sulung kepada mereka. Sebagai keturunan dari anak sulung maka bani Yehuda mendapatkan tanah pusaka yang lebih besar.

Bani Yehuda mau memberikan sebagian tanah pusakanya kepada Simeon. Karena terlalu besar maka mereka membagikannya kepada Simeon. Mereka menunjukkan kesetiaan kepada saudara, tidak berpikir untuk menyimpan tanah itu bagi generasi yang akan datang, karena pasti suku Yehuda akan bertambah besar.

Tanah pusaka ini bisa kita andaikan sebagai berkat dari Tuhan. Ketika berkat yang Tuhan berikan sangat besar bagi kita, bahkan berlebih, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita dengan serakah tetap menyimpannya untuk diri kita pribadi? Atau kita akan membagikannya kepada saudara kita, sehingga kita bisa menjadi saluran berkat bagi mereka.

Ketika tanah pusaka itu kita artikan bagian di Sorga, apakah kita mau membagikannya kepada saudara kita, atau kita simpan untuk diri kita sendiri? Ada satu pujian yang bisa kita renungkan sama-sama:

Saluran berkatkah hidupmu, nyatakah kasih-Nya dalammu?

Sudahkah kau kabarkan Injil-Nya, siapkah kau melayani-Nya?

Jadikan aku saluran berkat, inilah permohonan doaku.

Kupersembahkan sgenap hidupku, jadikan aku saluran berkat.

  1. 2.      Milik pusaka bagi pemimpin

“Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut daerah-daerahnya, maka kepada Yosua bin Nun diberikanlah milik pusaka di tengah-tengah mereka.” (Yos. 19: 49)

Yosua sebagai pemimpin mendapatkan milik pusaka sama seperti yang lain. Dia tidak terlebih dulu mengambil, atau mengklaim milik pusakanya sendiri.

Kepemimpinan dalam gereja adalah melayani. Ketika seorang menjadi pemimpin, maka dia adalah pelayan bagi saudara-saudari seiman. Ada tugas dan tanggung jawab, ada hak baginya. Ketika kita melayani, apakah kita sudah melaksanakan tanggung jawab kita dengan baik? Bagi kita yang dipimpin, apakah kita sudah memberikan hak dari pemimpin kita dengan adilnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: