Ketika Hidup Terpisah (Renungan Harian)

Rabu, 21 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Yosua 22

 

 Akhirnya setiap suku dalam Israel telah mendapatkan bagian milik pusaka masing-masing. Setelah Tuhan mengaruniakan keamanan di tanah Kanaan, dua setengah suku yang memilih tinggal di sebelah timur sungai Yordan, suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye, diperbolehkan untuk pulang ke tempatnya masing-masing.

Mereka telah memenuhi janji mereka untuk berperang bersama-sama dengan saudara-saudaranya sampai mereka semua mendapatkan milik pusaka (ayat 1-3). Apa yang mereka lakukan ini bisa mengingatkan kita untuk memegang setiap janji yang kita ucapkan. Ada satu pepatah mengatakan “Kalau tidak bisa menepatinya, lebih baik jangan mengucapkan janji.”. Dalam Mazmur 15 kita ingat bagaimana Tuhan menghargai orang-orang yang memegang janjinya walaupun dia harus menderita kerugian. Janji apa yang kita ucapkan pada sesama kita, terlebih lagi kepada Tuhan, mari kita penuhi itu semua.

Yang kedua, kita melihat nasihat dari Yosua kepada dua setengah suku yang memilih untuk tinggal di sebelah timur sungai Yordan. Yosua mengingatkan mereka untuk senantiasa memegang setiap perintah Tuhan dengan setia (ayat 5). Memegang perintah Tuhan dengan setia ditentukan dengan berjalannya waktu, bukan hanya sekali atau dua kali.

Dimanapun kita berada, walau kita jauh dari saudara-saudari seiman oleh karena pekerjaan, sekolah yang harus kita tempuh tapi marilah kita tetap dengan setia memegang perintah Tuhan. Mari kita ingat pada generasi-generasi tua yang dulu merintis gereja Yesus Sejati. Gereja bisa berdiri dimana-mana karena orang-orang yang dengan setia berusaha memegang perintah Tuhan dengan sepenuhnya.

Kedua setengah suku di sebelah timur sungai Yordan berusaha untuk tetap dengan setia memegang perintah Tuhan. Mereka mendirikan mezbah di tanah mereka sebagai sebuah tanda peringatan supaya mereka dan keturunan mereka tetap mengingat siapa diri mereka, orang-orang Israel.

Dengan mendirikan mezbah tiruan, mereka berusaha menjaga supaya anak-anak mereka tetap diakui sebagai keturunan Israel dan mengingat jati diri mereka sebagai orang Israel (ayat 24-29). Mewariskan iman kepada generasi selanjutnya menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan. Walaupun kita ada di daerah yang tidak ada gereja Yesus Sejati berdiri, jangan kita menyerah dan kemudian akhirnya mencari gereja lain tapi mari tetap memelihara iman kita. Ada banyak fasilitas yang bisa kita gunakan seperti internet, cd audio khotbah, dll. Walaupun tidak mudah, tapi di situlah nilai dari kesetiaan kita memegang perintah Tuhan. Jangan kita menyerah pada keadaan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: