Tertawalah Sebelum Dilarang

* Mazmur 16:8-9a – “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak..”

“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.” Ini sebuah jargon yang sangat terkenal dari grup pelawak legendaris Warkop Prambors yang belakangan dikenal sebagai Warkop DKI. Kalimat itu menjadi sangat populer hingga hari ini. Berbagai penelitian menunjukkan begitu banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan tertawa. Secara medis pun hal ini bisa dibuktikan. Bahkan para dokter pun menyatakan bahwa hati yang lapang dan gembira sanggup mendatangkan kesembuhan. Dan ini sudah tertulis dalam Alkitab lewat ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22). Tertawa itu sehat. Sebaliknya ada begitu banyak penyakit yang mengintai jika kita hidup murung tanpa rasa gembira. Kehidupan di muka bumi ini semakin lama semakin sulit. Maka sebuah penelitian pun menyatakan bahwa semakin lama semakin sedikit pula orang yang bisa tertawa. Di satu sisi hal ini menunjukkan kehidupan yang semakin berat, tetapi di sisi lain hal ini pun bisa membuktikan bahwa iman pun semakin surut di muka bumi ini.

Anda mungkin bisa berkata, bagaimana mungkin kita bisa tertawa ketika hidup sedang sulit, ketika masalah sedang getol-getolnya melingkupi kita? Kita hanya bisa tertawa ketika kita sedang gembira tanpa masalah bukan? Itu pandangan umum yang mungkin kita percaya pula selama ini. Tetapi firman-firman Tuhan dalam Alkitab jelas tidak menyatakan bahwa kegembiraan yang bisa membawa tawa bukanlah tergantung dari situasi atau kondisi yang sedang kita alami, melainkan bergantung kepada seberapa jauh kita meletakkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, seberapa jauh kita mengandalkanNya dalam hidup kita.

Daud adalah seorang raja. Tapi itu tidak serta merta membuat hidupnya aman seratus persen. Berkali-kali Daud mengalami masa-masa sulit bahkan tidak jarang hidupnya terancam. Tetapi lihatlah apa kata-kata yang keluar dari mulutnya. “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak” (Mazmur 16:8-9). Daud tahu bahwa sukacita dan sorak-sorai bukanlah bergantung dari berat-ringannya situasi yang sedang kita hadapi. Ia tahu bahwa dengan memandang kepada Tuhan, menyadari kehadiran Tuhan di sebelahnya dengan setia akan membuatnya mampu untuk terus berdiri tegak meski situasi sedang tidak kondusif sama sekali. Bagi Daud, kehadiran Tuhan bersamanya merupakan kunci utama yang membuatnya mampu terus hidup dengan penuh sukacita dan keriangan. Bersama Tuhan dia tidak perlu takut. Bersama Tuhan ada jawaban, pertolongan bahkan kemenangan. Bersama Tuhan kita akan selalu bisa bersukacita.

Apakah anda termasuk orang yang sulit tertawa hari ini? Sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu datang silih berganti. Tuhan mengerti kesulitan kita, dia mendengar segala teriakan dan tangisan kita dan peduli terhadap itu semua. Lihatlah apa kata Yesus: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Tuhan selalu siap menyertai kita, dan selalu siap pula memberi kelegaan bahkan melepaskan kita dari belenggu masalah. Mungkin jawaban tidak langsung hadir, tetapi jika kita memiliki iman yang teguh kita akan tahu bahwa menaruh harapan pada Tuhan tidak akan pernah berakhir sia-sia. Menaruh pengharapan penuh di dalam Tuhan akan membuat kita tidak mudah goyah meski angin sedang kencang menerpa, dan dengan demikian kita tidak harus kehilangan sukacita walau sedang berada dalam keadaan yang tidak baik. Kegembiraan akan membuat banyak hal positif hadir dalam kehidupan kita, sebaliknya hati yang selalu susah akan membuat segalanya tampak buruk. “Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.” (Amsal 15:15).

Diperlukan iman untuk membuat kita bisa hidup penuh pengharapan. Dengan kacamata iman kita tahu bahwa tangan Tuhan akan selalu siap mengangkat kita keluar tepat pada waktunya. Hari ini mungkin belum, tetapi iman akan memungkinkan kita untuk percaya sepenuhnya akan itu, sebab firman Tuhan jelas berkata bahwa “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1). Janganlah kita ragu jika pertolongan Tuhan belum hadir sesuai waktu yang kita inginkan, karena firman Tuhan berkata “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian.” (2 Petrus 3:9). Imanlah yang memampukan kita untuk bisa melihat itu sehingga kita tidak perlu khawatir dan bisa terus memiliki sukacita sejati yang berasal dari Allah dalam hidup kita.

Jika hari ini anda masih merasa sulit untuk tertawa, pandanglah janji Tuhan dengan iman. Arahkan pandangan anda kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Dia tidak pernah meninggalkan anda. Dia berdiri tepat di sebelah anda dan siap untuk memelihara anda. Fokus terhadap masalah akan membuat kita sulit untuk tertawa, sementara tidak ada satupun yang berubah menjadi lebih baik dengan terus memupuk kekhawatiran. “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27). Kegembiraan sejati berasal dari Tuhan dan tidak pernah tergantung dari kondisi yang kita alami saat ini. Kalau begitu berhentilah bermuram durja. Gantikan dengan sukacita, dan tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang.

Miliki hati yang gembira penuh tawa riang bersama Tuhan.

Sumber : …

Trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: