Pengantar Kitab Hakim-Hakim (Renungan Harian)

oleh: Penginjil Toni Antonius

 

“Ketika Tidak Ada Raja”

 

Kitab Hakim-Hakim merupakan kitab mencatatkan keadaan bangsa Israel setelah ditinggal mati Yosua (1375 SM) sampai pada pengangkatan Saul sebagai raja mereka yang pertama (1040 SM).

Dalam kitab Hakim-Hakim sering dituliskan bahwa zaman ini merupakan “zaman dimana tidak ada raja” (Hak. 17: 6, 21: 25). Akibat dari tidak adanya pemimpin maka pada masa-masa itu, bangsa Israel kehilangan persatuan. Mereka tinggal di daerah mereka masing-masing, tidak ada yang mempersatukan mereka selain bahasa dan kebudayaan. Sering kali orang-orang Kanaan menginvasi daerah-daerah orang Israel, walaupun tidak secara keseluruhan. Invasi ini terjadi karena Tuhan meninggalkan mereka oleh sebab berulang kali bangsa Israel bertindak dengan sekehendak hati mereka, hukum Taurat dilupakan, kemerosotan moral suku-suku di Israel. Dalam kitab Hakim-Hakim kita bisa melihat pola yang berulang dimana bangsa Israel berbuat jahat di mata Tuhan — Tuhan menyerahkan bangsa Israel kepada bangsa asing — bangsa Israel berseru memohon pertolongan Tuhan – Tuhan membangkitkan seorang hakim untuk membebaskan mereka dan memimpin mereka – Kehidupan tentram selama masa hakim itu memerintah – bangsa Israel kembali berbuat jahat setelah hakim itu meninggal.

  1. A.    Penulis dan waktu penulisan

Kemungkinan besar kitab Hakim-hakim ini ditulis pada zaman dimana bangsa Israel sudah berbentuk kerajaan, kemungkinan besar ditulis sesaat sesudah raja Saul naik takhta, tetapi sebelum raja Daud menaklukkan Yerusalem yang diperkiraan tahun penulisan 1050-1000 SM.

Tidak ada keterangan dalam Alkitab siapa penulis kitab Hakim-Hakim ini, tapi secara tradisi orang Yahudi berpendapat bahwa Samuel merupakan orang yang menulis kitab ini.

  1. B.     Tujuan

Hakim-hakim memberikan catatan mengenai sejarah bangsa Israel sesudah kematian Yosua sampai masa Samuel. Dari segi teologi, kitab ini mengungkapkan kemerosotan rohani dan moral dari suku-suku Israel setelah menetap di negeri itu, serta menunjukkan dengan jelas dampak-dampak yang merugikan yang senantiasa terjadi apabila Israel melupakan perjanjian mereka dengan Allah dan mengikuti berhala dan kebejatan.

  1. C.    Survai

Secara garis besar kitab Hakim-Hakim ini dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Bagian pertama (1:1-3:6)

Mencatatkan kegagalan bangsa Israel menyelesaikan sepenuhnya penaklukkan negeri itu dan kemerosotan mereka setelah kematian Yosua.

  1. Bagian kedua (3:7-16:31)

Merupakan bagian yang mencatatkan enam contoh dari pengalaman bangsa Israel yang terulang pada masa hakim-hakim yang mencakup siklus kemurtadan, penindasan oleh bangsa asing, perbudakan, berseru kepada Allah di tengah kesusahan, dan pembebasan oleh Allah melalui para pemimpin yang diurapi Roh Kudus. Kitab ini mencatatkan ada 13 hakim yang pernah memerintah di bangsa Israel. Samuel dianggap sebagai hakim terakhir dari bangsa Israel, tapi kisahnya dituliskan tersendiri.

  1. Bagian ketiga (17:1-21:25)

Bagian terakhir dari kitab ini memberitahukan mengenai kebobrokan moral dan rohani dari bangsa Israel di zaman Hakim-Hakim, zaman yang dikenal sebagai “zaman tanpa raja”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: