Sesudah Yosua Mati (Renungan Harian)

Minggu, 25 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

 

Hakim-Hakim 1

 

Akhirnya kita memulai pembacaan kitab yang selanjutnya yaitu kitab Hakim-Hakim. Tanpa sadar kalau saudara-saudari seiman mengikuti terus pembacaan Alkitab harian kita, enam kitab telah habis kita baca. Ayo kita terus bersemangat untuk membaca firmanTuhan dari hari ke hari.

Ayat pertama dari pasal pertama ini hampir sama dengan ayat pertama pasal pertama dari kitab Yosua yaitu memberitahukan bahwa pemimpin sebelumnya telah meninggal. Perbedaannya, kalau pada kitab Yosua, setelah kematian Musa ada Yosua yang menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel. Akan tetapi dalam kitab ini tidak ada penerus dari Yosua sehingga bangsa Israel tidak memiliki pemimpin.

Kita tidak tahu kenapa Yosua tidak menunjuk seseorang untuk menggantikannya memimpin bangsa Israel, mungkin saja karena banyaknya peperangan yang harus dihadapi selama bertahun-tahun menyita semua tenaga dan pemikirannya sehingga dia tidak sempat memikirkan untuk mendidik seseorang menggantikannya. Tapi satu hal yang pasti di sini adalah tanpa adanya pemimpin, maka ada beberapa akibat yang buruk:

  1. Pentingnya seorang pemimpin

Memang kita melihat bahwa orang-orang Israel bertanya kepada Tuhan, artinya mereka masih bersandar pada Tuhan (ayat 1-2). Akan tetapi dalam pertanyaan mereka kita bisa melihat bahwa dalam keadaan tanpa pemimpin, mereka mengalami kebingungan. Selain kebingungan itu, mereka tidak memiliki persatuan. Bukankah pada saat Yosua memimpin mereka berperang, semua suku ikut berperan serta, bahkan dua setengah suku yang ada di sebelah timur sungai Yordan ikut berperang tidak peduli daerah untuk suku mana yang akan mereka rebut. Tapi ketika suku Yehuda maju berperang, dia meminta bantuan suku Simeon (ayat 3-10). Kemana suku-suku yang lain? Suku Yehuda meminta bantuan suku Simeon menandakan bahwa suku-suku yang lain tidak ikut berperang. Setiap suku berjuang sendiri untuk menaklukkan daerah mereka masing-masing.

Dalam usaha memperoleh keselamatan yang telah disediakan Tuhan, seperti bangsa Israel berusaha merebut tanah pusaka, perjuangan yang dilakukan hendaknya dilakukan bersama-sama. Perjuangan memperoleh keselamatan adalah usaha bersama-sama sebagai satu keluarga dalam Yesus. Dalam bergerak bersama diperlukan peran seorang pemimpin untuk mempersatukan umat pilihan. Pendeta, penatua, diaken/is, pengurus majelis merupakan pemimpin-pemimpin gereja yang menggerakkan umat pilihan sebagai satu keluarga sesuai dengan petunjuk Tuhan Yesus.

  1. Kompromi yang membahayakan

Dalam ayat 19-36 kita melihat suku-suku Israel membiarkan ada orang-orang Kanaan yang  tetap hidup dan tinggal bersama-sama dengan mereka. Walaupun mereka menjadi pekerja rodi, ada dalam perintah dari orang Israel tetap ini adalah melalaikan pekerjaan Tuhan.

Kita bisa belajar dari bangsa Israel bahwa jika kita tidak memusnahkan dosa-dosa yang ada dalam diri kita sampai habis, tidak melakukan perubahan total dalam kebiasaan-kebiasaan buruk yang membawa ke dalam dosa akhirnya walaupun kelihatannya kita bisa menguasai tapi tanpa sadar perlahan-lahan kebiasaan-kebiasaan itu akan kembali mengambil alih dan menguasai kita.

Contoh yang bisa dilihat adalah saat kota Lus direbut (ayat 23-26). Saat merebut kota Lus, bani Efraim melakukan kesepakatan dengan seseorang di kota Lus. Mereka berhasil merebut kota itu, tapi orang tersebut dengan kaumnya dibiarkan hidup dan akhirnya membangun kota dengan nama Lus di tempat lain.

Gambaran ini bisa dikatakan berusaha melakukan perintah Tuhan dengan melakukan pelanggaran sehingga satu sisi kelihatannya bisa melakukan perintah Tuhan padahal dosa tumbuh di tempat lain secara perlahan-lahan.

Lakukanlah perubahan total dalam kehidupan kita, bertobatlah dengan sepenuhnya, jangan berkompromi dengan keadaan, jangan berpikir melakukan perubahan sedikit demi sedikit tapi berusahalah melakukan perubahan total dengan memohon pimpinan Tuhan. Contoh putuskan saat ini juga untuk berhenti merokok, berhenti marah-marah dan usahakan untuk langsung merubahnya, bukan perlahan-lahan menghentikan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: