Dari Gilgal ke Bokhim (Renungan Harian)

Senin, 26 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 2

 

“Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya, tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu berbuat demikian?”

Hakim-hakim 2: 1-2

 

Kalimat pembuka dari pasal yang kita baca pada hari ini menarik perhatian saya. Apakah itu benar-benar Malaikat TUHAN? Kalau kita melihat apa yang disampaikan Malaikat TUHAN itu kepada bangsa Israel (ayat 2-3), maka kita bisa yakin bahwa itu sebenarnya TUHAN sendiri yang menampakkan diri kepada bangsa Israel dalam rupa seorang malaikat.

Pertanyaan kedua: Kenapa dikatakan bahwa Malaikat TUHAN, yang sebenarnya merupakan TUHAN sendiri,  pergi dari Gilgal ke Bokhim? Bukankah TUHAN merupakan Roh dan ada di segala tempat, tidak terbatas ruang dan waktu dan tempat dia bertahta adalah di Sorga? Apa pesan yang hendak disampaikan oleh penulis kitab Hakim-Hakim ini?

Kalau kita ingat dalam kitab Yosua yang pernah kita baca, Gilgal adalah tempat dimana bangsa Israel pertama kali berkemah setelah mereka menyeberangi sungai Yordan. Di Gilgal ada dua belas batu peringatan yang didirikan oleh bangsa Israel sebagai pengingat bagi mereka dan generasi sesudahnya akan penyertaan Tuhan ketika mereka menyeberangi sungai Yordan (Yos. 4: 20-24). Di Gilgal juga dilakukan penyunatan semua laki-laki bangsa Israel, selain itu mereka juga merayakan Paskah di tempat itu (Yos. 5: 2-12). Gilgal juga merupakan tempat perkemahan, markas besar selama bangsa Israel berperang merebut tanah Kanaan (Yos. 9:6; 10:6, 9, 15, 43). Secara garis besar kita bisa katakan bahwa di Gilgal mereka menyatakan diri mau menjadi pengikut TUHAN ketika mereka memberikan diri disunat, ada penyertaan TUHAN ketika Israel berkemah di tempat itu. Sementara Bokhim merupakan satu tempat yang berarti “menangis” karena di tempat itulah bangsa Israel menangis setelah TUHAN menegur mereka dengan keras atas perbuatan mereka yang mengabaikan perintah TUHAN.

Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan Yesus merupakan Allah yang adil dan benar. Dia telah berjanji dan Dia menepati janji yang telah dibuat-Nya. Dia merupakan Allah yang penuh kasih. Akan tetapi Dia juga merupakan Allah yang adil dan benar, yang membenci kejahatan. Dari Gilgal ke Bokhim, dari penyertaan ke meninggalkan.

Kita merupakan anak-anak Tuhan dan Bapa kita senantiasa mengasihi kita. Dia merencanakan kebaikan untuk kita. Akan tetapi jika kita terus menerus berbuat dosa, tidak memperhatikan firman-Nya maka Dia yang penuh kasih akan menghukum kita.

Mari kita mengingat peristiwa dimana Tuhan pergi dari Bokhim ke Gilgal ini untuk mengingatkan bahwa kalau kita mengharapkan Tuhan menyertai kita senantiasa maka kita harus mengikuti firman Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: