Kehilangan Kesempatan (Renungan Harian)

Rabu, 28 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

 

Hakim-Hakim 4

 

 Dalam Hakim-Hakim 4 ini kita melihat ada dua tokoh perempuan, Debora dan Yael, serta satu tokoh laki-laki, Barak bin Ahinoam. Ketika saya merenungkan pasal ini setidaknya ada dua hal yang muncul dalam pemikiran saya yang mau saya bagikan pada saudara-saudari seiman semuanya.

Yang pertama, kenapa bukan Debora sendiri yang memimpin pasukan Israel berperang? Kenapa Tuhan menunjuk Barak bin Ahinoam untuk memimpin pasukan Israel, padahal kalau bisa kita katakan imannya tidak terlalu kuat, yang terbukti bahwa ketika dia ditunjuk untuk memimpin pasukan, dia tidak mau maju kecuali Debora maju bersama dengannya?

Ketika merenungkan hal ini saya teringat dengan dua cerita yang terkenal. Yang pertama tentang seorang wanita yang bernama Mulan menyamar menjadi laki-laki masuk ke dalam ketentaraan dan akhirnya bisa memimpin pasukan. Yang kedua menceritakan hal yang sama hanya berbeda tokoh yaitu Joan of Arc. Keduanya menjadi seorang yang memimpin pasukan dalam peperangan. Tapi cerita seperti Mulan atau Joan of Arc tidak terjadi dalam Alkitab. Ketika bangsa Israel berperang dengan musuhnya, Tuhan menunjuk Barak untuk memimpin pasukan, bukan Debora walaupun Debora merupakan seorang hakim.

Tuhan telah menetapkan bahwa laki-laki adalah kepala, karena itu Baraklah yang memimpin pasukan Israel berperang walaupun Debora yang menjadi hakim. Paulus pernah memberikan nasihat kepada gereja di Korintus “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Kor. 14: 40). Dalam gereja, ada peraturan yang dibuat oleh para pemimpin kita. Mari kita dengan rendah hati mematuhi peraturan-peraturan yang sudah dibuat, walaupun mungkin ada peraturan-peraturan yang bertentangan dengan pendapat kita. Kalau ada keberatan, mari kita sampaikan pemikiran kita dengan jalan yang benar, jangan kemudian tidak mau tunduk pada peraturan yang masih berlaku karena Tuhan memberikan kuasa kepada gereja.

Yang kedua, ketika Barak meminta Debora ikut serta maju berperang. Debora menubuatkan bahwa panglima musuh tidak akan dibunuh oleh Barak, tapi kehormatan itu diberikan kepada seorang wanita (ayat 6-9). Kehormatan yang besar itu tidak bisa didapat Barak karena ketidakyakinan pada firman Tuhan yang disampaikan Debora.

Ketakutan, kekuatiran seringkali melemahkan iman kita, dan membuat kita tidak yakin sepenuhnya pada firman Tuhan. Mari kita sama-sama meyakini dan mengingat bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin. Tidak mudah untuk memiliki keyakinan yang kuat tanpa tergoyahkan, tapi bukanlah satu hal yang mustahil untuk mencapainya. Jangan menyerah dan terus percaya, maka kehormatan yang luar biasa akan kita peroleh. Ambil setiap kesempatan untuk melayani yang lewat di hadapan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: