Pedang Yang Tidak Dicabut (Renungan Harian)

Selasa, 27 Nopember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 3

 

Dalam pasal ketiga dari kitab Hakim-Hakim ini kita mulai membaca ada tiga hakim yang dibangkitkan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel. Yang menarik dan akan sama-sama kita renungkan adalah Ehud, hakim kedua yang dibangkitkan Tuhan.

Ehud dibangkitkan Tuhan menjadi seorang penyelamat setelah bangsa Israel dijajah selama delapan belas tahun oleh Eglon, raja Moab (ayat 12-14). Dia seperti biasanya mengantarkan upeti kepada raja Eglon dan pada waktu itu dia berhasil membunuh Eglon. Akan tetapi kita bisa baca bahwa ketika dia melarikan diri dari istana setelah membunuh Eglon, dia tidak membawa pedangnya yang telah dia gunakan atau membawa kepala Eglon sebagai bukti (ayat 21-22). Dari tindakannya untuk tidak mencabut kembali pedang yang telah digunakannya untuk membunuh Eglon setidaknya kita bisa belajar beberapa hal:

  1. 1.      Seorang pemimpin yang rendah hati

Pedang Ehud jika dibawa kembali bisa disimpan sebagai sebuah pengingat atas jasa yang dibuatnya. Dia membunuh seorang raja yang menyusahkan orang Israel, yang menindas orang Israel selama delapan belas tahun. Dengan melihat pedang itu, orang-orang Israel akan selalu ingat bahkan bisa diceritakan kepada generasi-generasi selanjutnya tentang kepahlawanan dari Ehud ini.

Sikap rendah hati dalam melayani kiranya selalu ada dalam hati kita. Seperti yang dikatakan Yohanes pembaptis “Dia harus semakin besar tetapi aku harus semakin kecil” (Yoh. 3: 30). Tidak usah kita berusaha mencari nama, dikenang atas jasa yang telah kita lakukan terhadap gereja. Cukup kita dan Tuhan yang mengetahui apa yang telah kita lakukan.

  1. 2.      Iman kepada Tuhan

Berusaha menggerakkan orang yang telah lama ada dalam ketakutan untuk mengalahkan ketakutan itu tidaklah mudah. Orang Israel delapan belas tahun dijajah oleh orang Moab. Sebenarnya dengan membawa pedang yang telah dipakai membunuh Eglon atau membawa kepala Eglon bisa membantu meyakinkan bangsa Israel untuk bergerak. Tapi Ehud percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia percaya walaupun dia tidak membawa sebuah bukti bahwa dia telah berhasil membunuh Eglon, Tuhan akan membantunya menggerakkan bangsa Israel maju.

Ketika kita mencari kerja biasanya ditanya mengenai pengalaman kerja. Kalau kita memiliki pengalaman kerja, biasanya kita membawa surat rekomendasi dari atasan lama, melampirkan sertifikat-sertifikat seminar yang pernah kita ikuti yang bisa menunjang pekerjaan tersebut. Pada dasarnya itu kita lakukan supaya orang percaya bahwa kita mampu dan bisa melakukan hal tersebut. Akan tetapi hal itu tidak dilakukan dalam pelayanan di gereja, kita sepenuhnya bersandar kepada Tuhan. Kita tidak perlu bukti bahwa kita dulu berhasil, bahwa kita punya pengalaman. Dalam pekerjaan Tuhan yang kita butuhkan adalah penyertaan Tuhan. Berimanlah bahwa kita disertai Tuhan dalam melayani ketika kita melayani dengan hati yang tulus, motivasi yang benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: